Munari. (Foto: Metrosulawesi/ Ginda Sari)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) merencanakan wisuda perdana tahun 2022 antara Februari dan Maret mendatang. Pelaksanaannya diagendakan secara tatap muka atau offline.

“Kita rencanakan kalau bukan Februari, yah bulan Maret,” ujar Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Untad, Dr Ir H Munari ST SH MM, di Palu, Selasa 4 Januari 2022.

Saat ini, pendaftaran wisuda yang telah dilaksanakan dan ditutup pada akhir Desember 2021 untuk periode 109. Sementara yang masih dibuka untuk pedaftaran wisuda periode atau angkatan 110.

Pada pertengahan Desember lalu, Universitas Tadulako juga menghelat wisuda periode 107 dan 108 di Lapangan Upacara Untad, Rabu 15 Desember 2021. Saat itu, Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengukuhkan 1.758 wisudawan dari berbagai program studi Untad.

Melalui pesan almamater, Rektor Prof Mahfudz meyakini alumni Untad siap berkompetisi dengan bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di jenjang diploma, sarjana, atau pascasarjana Universitas Tadulako.

“Kami telah mendidik dan membina, baik hard skll maupun soft skill kepada wisudawan hari ini. Insyaallah, mereka akan siap untuk berkompetisi di era persaingan yang sangat luar biasa saat ini. Alumni Universitas Tadulako siap untuk berkompetisi dalam segala hal,” ucap Rektor.

“Kami sangat yakin itu karena mereka-mereka ini sangat aktif dalam pelaksanaan kegiatan, baik yang sifatnya kurikuler maupun kokurikuler,” tambahnya.

Rektor mengingatkan dengan ilmu yang telah dimiliki para alumni, jangan sampai melupakan almamater. Untad juga disebut menanti karya-karya alumni dalam membesarkan nama alamater.

“Kalian dibentuk dan dibesarkan oleh Universitas Tadulako, tentu Tadulako menanti anda untuk membesarkan nama baik Tadulako agar disejajarkan dengan perguruan tinggi yang unggul di Indonesia. Peran serta kalian pasti ada, jadi jangan lupakan almamaternya. Jaga nama baik almamater dan berikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas