Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Nilai Tukar Petani (NTP) pada subsektor tanaman pangan selama Desember 2021 mengalami penurunan indeks sebesar 0,97 persen yakni dari 96,88 pada November turun menjadi 95,93 di Desember 2021.

Demikian hal tersebut disampaikan langsung Koordinator Fungsi Statistik Distirbusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Sutrisno Abusungut saat memaparkan kondisi pertanian di Sulteng belum lama ini.

Sutrisno menyebutkan bahwa terjadi penurunan nilai tukar itu disebabkan oleh perubahan indeks yang dibayar petani (Ib) lebih besar dari perubahan indeks yang diterima petani (Ib).

“Sedangkan, perubahan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) pada subsektor tanaman pangan bulan Desember 2021 sebesar 0,99 persen dan perubahan indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,01 persen,” katanya.

Sementara untuk Nilai Tukar Petani (NTP) khsusunya pada Tanaman Hortikultura (NTPH) selama Desember 2021 subsektor tersebut mengalami kenaikan NTP sebesar 15,10 persen atau berubah dari 94,01 di November menjadi 108,21 di Desember 2021.

“Kenaikan NTPH disebabkan karena naiknya perubahan (It) sangat signifikan sebesar 15,87 persen,” terangnya.

Begitu pula, kata Sutrisno, Indeks harga yang dibayar petani (ib) subsektor Hortikultura pada Desember 2021 sebesar 110,05.

Menurutnya, kenaikan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh naiknya indeks harga konsumsi rumahtangga.

“Dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang masing-masing sebesar 0,77 persen dan 0,16 persen,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas