Minarni Nongtji. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulteng, Minarni Nongtji, membantah telah terjadi pemotongan anggaran SLB (Sekolah Luar Biasa).

“Informasi itu tidak benar adanya,” katanya menjawab Metrosulawesi, Selasa 11 Januari 2022.

Minarni mengaku, mana mungkin anggaran itu dipotong, sementara anggaranya langsung transfer ke sekolah. Dia pun menyarankan agar wartawan menanyakan langsung ke SLB.

“Silakan tanya kepada kepala SLB tersebut, apakah anggarannya dipotong atau tidak,” ujarnya.

Untuk meyakinkan wartawan, Minarni pun menyebutkan bahwa dirinya didampingi oleh jaksa dalam pengurusan dana SLB tersebut.

“Saya menelepon ibu jaksa yang pernah mendampingi saya. Mereka bilang tidak usah ditanggapi, mereka mengetahui persis seperti apa kerja dari saya di Disdikbud. Bila perlu kalau ada masalah, ibu yang di Kejagung ini bisa jadi saksi dari Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Tidak hanya jaksa, Minarni pun menyebutkan bahwa menginfokan berita itu kepada Kepala BPKP.

“Dan juga menjawab demikian, untuk tidak perlu ditanggapi soal informasi tersebut. Jadi saya tidak pernah takut, dengan sesuatu yang saya tidak lakukan,” ungkapnya.

Minarni kembali menegaskan, tidak pernah melakukan pemotongan anggaran SLB itu, karena anggaran SLB itu langsung ditransfer ke sekolah. Apalagi katanya, anggarannya kecil.

“Semua itu tidak benar adanya. Jadi kalau mau tahu kerja saya, silakan nanti lihat, bagaimana saya menggandeng BPKP dalam meninjau beberapa SLB di Sulteng,” imbuhnya.

“Saya sebenarnya kalau mau lapor bisa saja, karena ini pencemaran nama baik. Hanya saja saya ini paling tidak suka berusan yang nantinya menghambat pekerjaan saya, sebab pasti prosesnya bakal panjang dan banyak yang memanggil lagi. Sebab informasi itu tidak ada bukti, jadi untuk apa saya tanggapi,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas