ILUSTRASI - Penipuan. (Grafis: Ist)
  • Kacab: Semuanya Sudah Clear di OJK

Palu, Metrosulawesi.id – Bank Bukopin Cabang Palu, diduga menipu nasabahnya (debitur-red) bernama Max Salindeho dan kawan-kawan. Dugaan penipuan itu terkait kredit pinjaman pensiun yang lama angsurannya tiga tahun.

Berdasarkan kontrak Max Salindeho dan kawan-kawan difasilitasi oleh pihak bank Bukopin berupa kredit pinjaman pensiun kurang lebih tiga tahun lamanya. Namun seiring perjalanan pihak bank mulai bertindak “nakal”. Pasalnya, angsuran perbulan dari Max dan kawan-kawan seharusnya hanya terhitung 1 kali, namun dalam pinjaman tersebut terhitung dua kali.

Terkait ketidak terbukaan pihak bank Bukopin terhadap nasabahnya tersebut, kuasa hukum Max Salindeho dan kawan-kawan, Julianer Aditia Warman. SH, kepada Metrosulawesi diruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum baik secara perdata maupun pidana, dalam hal ini akan melaporkan oknum-oknum bank Bukopin ke Polda Sulteng, dan akan menggugat secara perdata di Pengadilan Negeri Palu.

“Karena apa yang dilakukan oleh pihak bank Bukopin kepada klien kami ini, sudah merupakan kejahatan perbankan. Makanya kami akan melakukan upaya hukum baik secara perdata maupun pidana,” tegasnya.

Menurut Julianer, kasus tersebut terungkap ketika kliennya Max mengecek rekening mlalui ATM bak Bukopin. Namun kliennya kaget ketika tau bahwa saldo yang ada dalam rekeningnya sudah berkurang.

“Kasus ini terbongkar ketika klien saya mengecek di rekeningnya pada tahun 2021. Dia heran di rekeningnya itu dalam sebulan terpotong dua kali angsuran. Karena saking herannya dia, kemudian dia (max) mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ternyata begitu dia mengadu ke OJK, dalam beberapa bulan kemudian di dapatkanlah temuan ternyata angsurannya dia hanya satu saja yang terdaftar di OJK,” katanya.

Kata dia, kliennya kemudian menanyakan angsuran yang satunya lagi kemana. Namun setelah ditelusuri terdapat dua kontrak. Pertama atas mana bank Bukopin dan satunya lagi atas nama koperasi bank mitra Bukopin.

“Sepengetahuannya klien kami, dia tidak pernah bertransaksi melakukan pinjaman di koperasi. Setahunya hanya bertransaksi di bank Bukopin cabang Palu. Itulah yang membuat klien kami ini dalam setiap bulannya uang di rekeningnya dipotong sebanyak dua kali angsuran. Ini merupakan sebuah pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pihak bank Bukopin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang bank Bukopin Palu, Alam yang di konfirmasi Metrosulawesi di ruang kerjanya, Rabu 12 Januari 2021 mengatakan, kalau permasalahan anatar pihaknya dengan Max Salindeho sudah selesai hingga ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng.

“Semuanya sudah clear di OJK. Tapi kalau pak Max ingin membawa masalah ini ke jalur hukum silakan itu hak dari seseorang,” ujarnya.

Alam membantah bahwa koperasi yang diduga memotong uang Max Salindeho merupakan koperasi bank Bukopin. Menurutnya bahwa koperasi tersebut adalah mitra bank Bukopin. “Untuk koperasi itu saya tegaskan bahwa itu bukan milik bank Bukopin tetapi mitra kerja dengan kami (bank Bukopin),” tandasnya.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas