PROKES KETAT - Suasana salah satu ruang belajar di SSB Sigi. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)
  • Jalan-jalan ke Sekolah Sukma Bangsa di Kabupaten Sigi

Sejak pekan ini sejumlah sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Termasuk Sekolah Sukma Bangsa (SSB) di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Seperti apa pelaksanaannya? Berikut laporannya.

PEMBELAJARAN semester genap di SSB berjalan normal. Belajar mengajar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) itu dilaksanakan sejak 4 Januari 2022.

“Mulai 4 Januari kemarin siswi yang libur semester sudah masuk dan belajar secara normal,” ujar Kepala Tata Usaha SSB Sigi, Iwan, Rabu, 12 Januari 2022.

Ia mengatakan, proses belajar mengajar di SSB Sigi diiringi penerapan disiplin prokes secara ketat. Dimana para siswi maupun guru wajib pakai masker, mencuci tangan dan menyiapkan hand sanitizer di setiap rungan kelas. Begitu juga para tamu yang datang nenerapkan prokes.

“Karena sekolah kita berasrama, anak-anak tidak keluar masuk, jadi belajar tatap muka 100 persen dengan menerapkan prokes,” ujarnya.

Iwan mengklaim bahwa 100 persen guru di sekolah tersebut sudah dilakukan vaksin. Sementara vaksinasi kepada para siswi hampir rampung.

“100 persen guru sudah divaksin. Sementara untuk anak-anak sudah 70 persen sudah divaksin, untuk tahap duanya minggu ini,” ujarnya.

Salah satu Siswi mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk kelas. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Diketahui, Yayasan Sukma memberikan beasiswa penuh dan berasrama untuk 60 siswa perempuan korban gempa, tsunami, dan likuifaksi, di antaranya 30 siswa SMP dan 30 siswa SMA yang berasal dari Kabupaten Sigi, Donggala dan kota Palu.

Iwan mengatakan bahwa tahun 2022 ini SSB Sigi akan kembali memberikan beasiswa penuh dan berasrama untuk 60 siswa laki-laki.

“Kita rencanakan di bulan ini kita rekrut siswa baru. Untuk pengrekrutannya secara luas. Kalau tahun lalu hanya Pasigala, kemungkinan nanti sampai wilayah Poso,” tutupnya.

Seperti diketahui SSB di Sigi ini dibangun dari dana sumbangan masyarakat melalui Dompet Kemanusiaan Media Group. Pada Rabu 12 Januari pembangunan tahap kedua dilakukan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Yayasan Media Group, Ali Sadikin.

“Mulai hari ini kita akan bangun pertama adalah gedung SMU, kedua gedung asrama putra dan juga ruang bersama, ketiga gedung perpustakaan yang ada di rektorat sana. Empat bangunan ini dibiayai melalui dana masyarakat yang terkumpul dalam Dompet Kemanusiaan Media Group,” tutur Ali saat memberi sambutan.

Menurutnya, sekolah yang sudah berjalan memasuki semester dua itu, diharapkan dapat memberikan keberlanjutan pendidikan yang baik di Sulteng.

“Anak-anak yang saat ini sekolah di sini, tinggal di asrama dan semuanya gratis, dibiayai oleh Yayasan Sukma, dan ini merupakan pertanggungjawaban kita kepada masyarakat, donatur, sekaligus juga pertanggungjawaban kita kepada tuhan yang maha kuasa,” aku Ali.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas