Konferensi pers kasus tindak pidana penganiayaan dimuka umum secara bersama-sama, yang dilaksanakan di Mapolres Banggai, dengan menghadirkan dua tersangka. (Foto: Dok. Polres Banggai)
  • Kapolres Banggai: Anggota Polri yang Jadi Korban, Juga Diproses Kode Etik

Banggai, Metrosulawesi.id – Kepolisian Resor (Polres) Banggai, Rabu, 12 Januari 2022, menggelar konferensi pers kasus tindak pidana penganiayaan dimuka umum secara bersama-sama, yang dilaksanakan di Mapolres Banggai, dengan menghadirkan dua tersangka.

Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama, SIK, yang didampingi Kasat Reskrimm, Iptu Adi Herlambang, dalam kesempatan itu  menjelaskan kasus tersebut terjadi di Tepat Hiburan Malam (THM) Cafe 168 House, yang terletak di samping SPBU Simpong, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, pada Kamis 6 Januari 2022, sekitar pukul 03.45 WITA.

“Dengan pelapor atau korban berinisial MTA (28) anggota Polri, sedangkan terlapor berinsial RD dan MS,” ungkapnya.

AKBP Yoga Priyahutama, menguraikan kronologis kejadian. Sekitar pukul 03.45 wita korban MTA sedang bercerita  dengan seorang wanita AMD (Saksi), yang kemudian didatangi seorang pria yang berinisial RD, sembari bertanya kepada saksi AMD “Sudah mau balik, dengan siapa”, dan AMD pun menjawab “Iya, saya mau balik “.

Setelah itu RD mendekati MTA dan langsung memukul korban sebanyak dua kali, hingga mengenai mata kiri bagian bawah hingga korban terjatuh.

“Karena dalam keadaan terdesak, korban MTA yang merupakan anggota Polri, mencabut Senjata Api jenis HS dari pinggangnya, dan senjata yang masih diarahkan ke tanah itu, tidak disadari meletus, hingga megenai paha kiri RD,” jelasnya.

“Kemudian teman RD mendekati korban MTA, dan ada seseorang yang menepis tangan korban MTA yang sementara  memegang senpi hingga senpi milik korban terlepas dan jatuh ke tanah,” tambahnya.

Melihat Senpi milik korban terjatuh ke tanah, lanjut Yoga, AMD langsung mengambil Senpi tersebut dan diberikan kepada security Cafe 168. Kemudian MS mendekati korban lalu memukul korban di bagian muka, dan mengenai hidung korban hingga berdarah. Tak lama kemudian datang saksi lainnya bernisial UK merangkul pelaku, sedangkan korban dipegang oleh saksi perempuan YA, kemudian saksi UK membonceng korban untuk dibawa pulang ke Asrama Polisi.

“Pelaku MS dan RD telah ditetapkan sebagai tersangka.Untuk MS sudah ditahan di sel Mapolres Banggai, sedangkan RD tidak ditahan karena sakit atau rawat jalan,” ucapnya.

Motifnya, tersangka RD melakukan penganiayaan diduga karena cemburu. Sedangkan tersangka MS,diduga karena marah melihat korban menembak tersangka RD. Atas perbuatannya, kedua tersangka yakni MS dan RD disangkakan pasal 170 ayat (1) KUHPidana atau pasal 351 ayat (1) KUHPidana jo pasal 55,56 KUHPidana pengeroyokan ataupun penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun enam bulan.

“Untuk korban anggota Polri sebagai terlanggar sudah ditangani di provos dan diproses kode etik terkait dengan penggunaan Senpi,” tegasnya.

Reporter: Sudirman – Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas