Unggahan bisnis pembuatan Kartu Keluarga (KK) di Facebook. (Foto: Tangkapan layar)
  • Pembuat KK Ilegal di Unggahan Facebook

Palu, Metrosulawesi.id – Beredar unggahan di Facebook bisnis pembuatan Kartu Keluarga (KK) tidak semestinya, yang patut diduga kuat bisnis tersebut menyalahi aturan hingga tingkat Kemendagri RI.

Unggahan bisnis oleh seorang perempuan asal dan tinggal di Kota Palu, Sulteng itu menyebut “Menerima pembuatan kartu vaksin dan kartu keluarga, biaya tidak sampe uang biru’ disertai foto KK ukuran KTP, yang diunggah tanggal 8 Januari 2022 dan terakhir Selasa, 11 Januari 2022.

Jurnalis Metrosulawesi berupaya meminta tanggapan kepada Rosida Thalib, Kadis Dukcapil Palu. Rosida menegaskan cara itu melanggar peraturan yang telah ditetapkan Kemendagri RI.

“Kalau formulir KK itu hanya boleh dicetak menggunakan kertas HVS (tipe) A4 80 gram. Jadi selain itu melanggar,” ungkap Rosida di ruang kerjanya, Jalan Balai Kota Selatan, Jumat, 14 Januari 2022.

Jenis lembaran itu disebut Rosida telah ditentukan di dalam Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir Dan Buku Yang Digunakan Dalam Administrasi Kependudukan.

Kemudian pihaknya lebih dulu menelusuri pengunggah bisnis melanggar tersebut, dengan nantinya mengajak pihak kepolisian.

“Bukan (dicetak dalam bentuk) blangko. Adapun misalnya ada blangko (KK) yang terjadi di Kota Palu kita coba telusuri dan kita gandeng kepolisian sampai sejauh mana. Apakah itu masuk di ranah apa kami belum bisa memastikan, nanti kami lihat dulu fakta lapangannya,” tandas Rosida Thalib, Kadis Dukcapil Palu.

Tambahan informasi, KK versi blangko di foto unggahan itu dilengkapi dengan cap dan tanda tangan dinas terkait. Padahal di aturan Permendagri terbaru menyebutkan ciri-ciri dokumen kependudukan model terbaru yakni  Tidak lagi dicetak di kertas khusus, namun di kertas HVS putih ukuran A4 80 gram. Tidak ada lagi tanda tangan basah pejabat Dukcapil. Tidak ada cap lembaga/instansi dilengkapi QR Code yang terhubung langsung dengan situs Dukcapil Kemendagri. Dokumen bisa dicetak sendiri dengan salinan digital yang diterima lewat surel.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas