Suratno, SP MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Harga Pupuk  Kimia Terus Naik

Poso, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Poso melalui Dinas Pertanian mendorong petani di daerah itu untuk menggunakan pupuk organik.

Selain, lebih ramah lingkungan dan baik untuk tanaman, pengunaan pupuk organik guna mengantisipasi kenaikan pupuk kimia.

“Bahan baku pembuatan pupuk organik cukup banyak dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar,” ungkap Suratno, SP,  Kepala Dinas Pertanian Poso kepada Metrosulawesi, Rabu 5 Januari 2022.

Dikatakan Suratno, sejak beberapa bulan terakhir, harga pupuk kimia melonjak naik hingga kenaikan tembus separuh.

Seperti harga pupuk Urea yang sebelumnya Rp 240 ribu, kini naik menjadi Rp 480 ribu per kilogram.

Begitu juga jenis pupuk Z.A yang harganya semula Rp250 ribu per kg, kini tembus Rp 450 ribu per kilogram.

Dia mengatakan, keluhan harga pupuk ini terus didengungkan petani. Oleh karena itu, secepatnya dicarikan solusi oleh Pemerintah Daerah melalui kelompok tani dalam hal ini pembuatan pupuk organik.

“Tahun ini segera dilaksanakan sekolah lapang bagi kelompok tani yang ada di Poso yakni sebanyak 100 desa untuk dilibatkan bagaimana cara membuat pupuk organik yang sesuai kebutuhan. Inilah cara efektif guna menekan keluhan petani yang hasil pertaniannya tergantung dari pupuk kimia,” tegas Suratno.

Dirinya mengajak para petani di daerah itu agar tidak memiliki ketergantungan dengan penggunaan pupuk kimia pada tanaman dan mulai beralih menggunakan pupuk organik.

“Misalnya, untuk tanaman sayur-sayuran saya rasa tidak perlu menggunakan pupuk anorganik cukup menggunakan pupuk organik dan hasilnya pun kadang tanaman tumbuh lebih subur,” ujarnya.

Suratno menambahkan, bahan baku pembuatan pupuk organik sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti kotoran ternak dan sampah organik.

Petani Dilatih Bikin Pupuk Organik

KEPALA Dinas Pertanian Poso Suratno, SP mengatakan, kualitas pupuk organik tidak kalah dengan pupuk kimia atau anorganik.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian ke depan juga menyiapkan program pelatihan kepada para petani di daerah itu mengenai pembuatan pupuk organik.

“Karena dari Kementerian Pertanian arah kebijakannya kami di daerah diminta untuk membangun unit pengolahan pupuk organik,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penggunaan pupuk organik juga mendukung kampanye global mengenai pengolahan pertanian  agar menghasilkan produk pertanian yang berkelanjutan.

“Karena pupuk organik jelas lebih ramah lingkungan,” kata Suratno.

Diuraikan Suratno yang juga berlatar belakang Penyuluh Pertanian ini, tercatat Kabupaten Poso miliki 2026 kelompok tani yang tersebar di 19 kecamatan. Rrinciannya sebanyak 70 persen berada di kegiatan tanaman pangan hortikultura, 20 persen di usaha perkebunan, sisanya 10 persen adalah mereka kelompok tani di usaha peternakan.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas