Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
  • Tuntutan Terdakwa Rahmudin Belum Siap

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa perkara korupsi Cristian Andi Pelang, dituntut pidana penjara selama 8 tahun, dalam sidang lanjutan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Kamis, 25 November 2021.

Cristian Andi Pelang merupakan terdakwa lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan penggantian jembatan Torate Cs tahun 2018 yang merugikan negara senilai Rp 2,8 Miliar. Di kasus ini, Cristian diadili bersama terdakwa Rahmudin Laulemba selaku Kasatker Dinas Kimpraswil Sulteng.

Sebagaimana amatan di ruang persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) lebih dulu membacakan tuntutan untuk terdakwa Cristian yang menjalani sidang secara virtual. Dalam amar tuntutan terdakwa Cristian Andi Pelang dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menyatakan menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,” ujar Maryani SH, JPU yang membacakan amar tuntutan.

Selain pidana penjara 8 tahun, terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp 300 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan diganti dengan pidana penjara selam 6 bulan. Tuntutan pidana bagi terdakwa dikurangkan dari penahanan yang telah dijalani terdakwa.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa Christian Andi Pelang tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Mariyani di dalam persidangan yang diketuai Zaufi Amri SH, didampi dua hakim anggota.

Atas tuntutan itu majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa Christian dan penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan secara tertulis. Agenda pembelaan dijadwalkan kembali 7 Desember 2021.

“Untuk pembelaan kita berikan kesempatan sekali,”ujar Zaufi Amri.

Selanjutnya untuk terdakwa Rahmudin Laulemba yang saat itu hadir langsung di ruang sidang, tuntutannya belum jadi dibacakan karena penuntut umum belum merampungkan tuntutan untuk terdakwa Rahmudin.

“Tuntutan untuk terdakwa Rahmudin Laulembah, belum siap yang mulia,” ujar Mariyani SH, sekaligus meminta kesempatan lagi untuk agenda sidang penuntutan bagi terdakwa Rahmudin Laulemba.

Terhadap kondisi itu, majelis kembali memberikan kesempatan untuk JPU. Sehingga untuk tuntutan terdakwa Rahmudin kembali di Jadwalkan sama pada hari agenda sidang pembelaan bagi terdakwa Cristian yakni 7 Desember 2021. Sehingga disidanglanjutan berikutnya agenda sidang berbeda. Terdakwa Cristian akan menjalani sidang pembacaan pledoi, sementara Rahmudin masih akan mendengarkan tuntutan JPU. Kasus jembatan Torate CS ini sebelumnya telah mengadili 4 orang pelaku. Salah satunya adalah istri dari terdakwa Cristian Andi Pelang yakni Sherly Assa. Di pekerjaan ini Sherly Assa merupakan kuasa Direktur PT.Mitra Aiyangga Nusantara yang mengerjakan pekerjaan jembatan torate. Saat ini dia bersama tiga terdakwa lainnya telah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas