Asrul Achmad. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Sulteng, Asrul Achmad mengungkapkan, sesuai informasi dari Kemendikbudristek, anggaran untuk gaji ataupun tunjangan guru dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), yang akan disalurkan melalui dana alokasi umum (DAU).

“Jadi skema pembayaran gaji maupun tunjangan guru PPPK, direncanakan pemerintah melalui dana transferan masuk dalam DAU, sehingga anggaran gaji itu sudah masuk dalam batang tubuh APBD digabung,” kata Asrul, saat dihubungi Metrosulawesi melalui ponselnya, Jumat, 26 November 2021.

Asrul mengatakan, untuk guru SMA, SMK dan SLB yang berada di bawah naungan provinsi Sulteng, yang lulus PPPK tahap pertama sebanyak 483 pendidik.

“Untuk usia yang lulus bervariasi, ada yang sudah berusia tua ada juga yang muda, yang jelas sesuai ketentuan dari pemerintah maksimal usia 59 tahun,” ungkapnya.

Kata Asrul, bagi guru sudah lulus PPPK tahap satu dan telah melewati pengumuman massa sanggah, tinggal menunggu proses pemberkasan.

“Saya berharap guru yang sudah lulus harus bersyukur, dan tentunya berkomitmen bagaimana dapat melaksanakan tugas yang baik. Jangan nanti setelah sudah melebihi gajinya, dari sebelumnya menjadi honorer prestasi dan kinerja menurun, kami berharap tidak seperti itu, justru yang diharapkan kedepanya kinerja lebih maksimal dibaning sebelumya,” ujarnya.

Selain itu, kata Asrul, seleksi PPPK tahap kedua akan dilaksanakan, sehingga diharapkan bagi guru yang mendaftar di tahap dua agar mempersiapkan diri dengan baik, yang paling penting juga adalah kesehatan. Karena jika peserta terkonfirmasi positif setelah di tes rapid antigen, maka peserta itu tidak bisa mengikuti tes.

“Yang jelas untuk besaran gaji guru PPPK, kami belum mengetahui secara pasti, saya sekarang juga masih di Jakarta mengikuti pertemuan tentang PPPK. Insya allah Senin saya akan sampaikan secara lengkap tentang PPPK,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas