PANDANGAN FRAKSI - Juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulawesi Tengah, Ibrahim A Hafid menyampaikan pandangan umum Fraksi Nasdem atas nota pengantar gubernur Sulawesi Tengah terkait RAPBD 2022 dalam rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah, Rabu 24 November 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Elwin Kandabu)
  • RAPBD 2022

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah telah menyampaikan nota pengantar Rancangan APBD tahun 2022 yang disampaikan Plt Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Faisal Maang dalam rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah, Rabu 24 November 2022.

Di hadapan rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Dr Hj Nilam Sari Lawira, Sekprov mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 4,8 persen.

Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp4,265 triliun lebih. Angka itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,248 triliun lebih, pendapatan transfer Rp2,998 triliun lebih dan lain-lain PAD yang saha Rp22 miliar lebih.

Sedangkan untuk belanja, pemerintah provinsi menetapkan proyeksi sebesar Rp4,502 triliun lebih.

Usai penyampaian nota pengantar RAPBD tahun 2022, DPRD Sulawesi Tengah melanjutkan dengan pandangan fraksi-fraksi. Dari delapan fraksi yang ada, semunya menerima dan setuju pembanhasan RAPBD 2022 diteruskan pada tingkat pembicaraan selanjutnya. Namun demikian sejumlah catatan diberikan oleh fraksi-fraksi, salah satunya oleh fraksi Nasdem.

Dalam catatan pandangan umum fraksi Nasdem yang dibacakan Ibrahim A Hafid, Nasdem meminta meminta agar kesepakatan dalam pembahasan KUA dan PPAS tahun 2022 dapat dilaksanakan secara konsisten.

“Fraksi Nasdem mendukung langkah gubernur agar APBD 2022 sebagai instrumen fiskal daerah dapat menjadi multiflier effect terhadap penurunan angka atau pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, penciptaan lapangan pekerjaan, mampu menopang pencapaian target program prioritas pembangunan, dapat memberikan stimulan untuk menggerakan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, peningkatan pelayanan publik, sehingga masyarakat Sulawesi Tengah merasakan kehadiran pemerintah daerah yang melindungi dan mengayomi kesejahteraan hidupnya,” tutur Ibrahim.

Nasdem juga berharap OPD disiplin dalam mendukung langkah-langkah dan arah kebijakan Gubernur. Termasuk, tidak lagi terlambat membelanjakan APBD 2022 seperti tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan pada akhir tahun anggaran.

Catatan juga disampaikan Fraksi PKS yang dibacakan Sri Atun, proyeksi pertumbuhan ekonomi 4,8 persen menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah berada pada level positif. Sebab, secara nasional pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi minus 2,07 persen. 

Namun demikian, Fraksi PKS berharap agar pertumbihan ekonomi Sulawesi tengah bisa mencapai dua digit, sebagaimana pertumbuhan ekonomi tertinggi yang diraih pemerintah Provinsi Maluku Utara yang pertumbuhannya mencapai angka 12,76 persen.

“Disebutkan dalam pidato pengantar, ada delapan lapangan usaha yang mengalami kontraksi, tiga yang mengalami kontraksi terbesar yaitu lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 33,12 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,05 persen, serta konstruksi sebesar 8,47 persen. Terhadap hal tersebut, fraksi PKS berharap agar pemerintah mampu melakukan langkah-langkah taktis untuk mengatasinya,” tekan Sri Atun.

Melalui pandangan umumnya, Fraksi PKS juga meminta pemerintah untuk melakukan upaya antisipasi adanya sikap penolakan yang dilakukan asosiasi pekerja yang memprotes keputusan pemerintah melalui Kementerian ketenagakerjaan terkait rata-rata kenaikan Upah Minum Provinsi (UMP) tahun 2022 yang hanya sebesar 1.09 persen.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas