ILUSTRASI - Vaksinasi Covid-19. (Foto: Ist)
  • Pemkot Palu Target 50 Persen Siswa Divaksin

Pemerintah Kota Palu terus mengejar target vaksinasi pelajar usia 12 tahun di jenjang SMP, olehnya itu dalam setiap minggunya para vaksinator dari Puskesmas turun di dua sekolah, dalam melayani para siswa. Bahkan guru dan orang tua yang belum divaksin juga dilayani.

LAPORAN: MOHAMAD FADEL

DARI data yang diperoleh Metro Sulawesi, capaian vaksinasi dosis satu untuk anak sekolah atau di sistem disebutkan remaja yang usianya 12-17 tahun, telah mencapai sekitar 32 persen, atau sebanyak 11.584. Sementara pelajar yang menerima dosis dua baru mencapai 9,88 persen, dengan total sebanyak 3.583 siswa.

Demikian dikatakan, Ketua Surveilans Covid-19 Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, di Palu, belum lama ini.

“Data ini akan terus berjalan karena kami sudah turun ke sejumlah sekolah, dalam satu hari vaksinator kita dari Puskesmas kunjungi dua sekolah khususnya di jenjang SMP. Kita juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian mereka mengarahkan kepala sekolah agar untuk mendatangkan siswanya belum divaksin,” kata dr. Rochmat.

Rochmat mengatakan, sekolah itu dianggap siswa rumahnya juga, sehingga mereka mau datang ke situ. Dari pada mereka disuruh datang ke tempat lain, dengan dijalankannya vaksinasi di sekolah pihaknya bersyukur karena siswa cukup signifikan ikuti vaksinasi.

“Bahkan orang tuanya bersedia anaknya untuk divaksin, olehnya itu vaksinasi yang kita lakukan di sekolah bukan hanya siswa saja yang dilayani. Jika ada guru dan orangtuanya juga belum divaksin, maka kita layani mumpung vaksinasi ini sedang dilakukan, jadi seluruh warga sekolah kita layani,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengungkapkan, vaksinasi siswa saat ini terus dikejar pada semua sekolah, jika vaksinasi yang ditergetkan sudah tercapai. Maka baru akan dipermantap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

“Saat ini masih dilakukan beberapa simulasi , jangan sampai terjadi seperti di Jawa Timur mereka sudah buka kemudian vaksinasi belum berjalan, akhirnya banyak para peserta didik yang terpapar Covid-19, kami inginkan keamanan. Yang jelas kami upayakan secepatnya proses vaksinasi sehingga PTM dapat dibuka kembali,” jelas Hadianto.

Menurut Hadianto, nanti bagi siswa yang sudah divaksin tentunya sudah boleh ikuti PTM, sehingga target vaksinasi ini akan dipastikan sehingga PTM dapat berjalan efektif.

“Proses vaksinasi untuk siswa kami sudah targetkan per-sekolah, karena kita harapkan partisipasi orang tua untuk ikuti membantu, sehingga vaksinasi bisa berjalan cepat,” ungkapnya.

Kata Hadianto, target vaksinasi dulu ingin dicapai, sehingga pihaknya berharap target vaksinasi capai 50 persen, setelah itu dimulai PTM secara terbatas.

Terpisah, salah seorang orang tua siswa, Meike Chandra mengaku, sangat setuju anaknya dapat divaksin, karena selain meningkatkan imunitas tubuh anaknya, juga dapat melindungi anaknya dari penyebaran Covid-19.

“Kami tentunya berharap PTM ini segera dilaksanakan, karena kami sebagai orang tua tidak begitu maksimal mendampingi anak kami untuk belajar di rumah. Peran gurulah yang sangat dibutuhkan, ditambah lagi kami juga memiliki pekerjaan diluar, tentunya afektifitas belajar anak kami begitu kurang,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Adri M, ibu dari Firza siswi kelas IX ramah anak, mengaku sangat terbatas mendampingi anaknya belajar. Menurutnya, pembelajaran secara daring sangat berbeda dengan belajar tatap muka.

“Olehnya itu, PTM inilah yang sangat dinanti-nantikan oleh para orang tua siswa, karena semua orang tua pasti anaknya ingin belajar secara maksimal,” ungkapnya.

Ayo tulis komentar cerdas