RAPAT - Sejumlah pejabat Disdikbud Kota Palu saat rakor bahas soal vaksinasi anak usia 6-11 Tahun, di ruang Kadisdikbud Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), membahas terkait tindaklanjut Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu tentang percepatan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Dipimpin langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Abdul Hafid Djakatare, dan menghadirkan Kepala Bidang SD, sejumlah Kepala UPT, dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), di ruangan Kadisdikbud Palu belum lama ini.

Menurut Hafid, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun pada jenjang SD masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kota Palu.

“Kita sementara menyiapkan data siswa untuk mengikuti vaksinasi, sebab jumlah siswa SD sangat banyak, kurang lebih 3.000 ribu peserta didik,” katanya.

Olehnya itu, kata Hafid, vaksin juga perlu disediakan, sebab jumlah yang akan divaksin cukup banyak.

“Yang jelas kita juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, soal menyediakan vaksin. Kami tetap menunggu instruksi dari Pemkot,” ungkapnya.

Selain itu, kata Hafid, pada pelaksanaan vaksinasi anak nanti, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi terkait vaksinasi anak tersebut kepada para orangtua peserta didk, dan meminta persetujuan dan dukungan orangtua, agar mendampingi para peserta didik dalam melaksanakan vaksinasi anak.

“Tentunya dalam hal ini kami melibatkan orangtua. Kami meminta kesiapan orangtua untuk mendampingi anaknya nanti saat divaksin. Dan sebelum itu kita akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Masing-masing sekolah yang akan melakukan sosialisasi tersebut, kemudian meminta persetujuan dengan menandatangani surat pernyataan,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana mengungkapkan, akan ada perbaikan-perbaikan tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena penyempurnaan SKB Empat Menteri.

“Khusus untuk penyempurnaan SKB Empat Menteri itu, di dalamnya tertuang bahwa PTM itu tidak akan terjadi terbatas berdasarkan vaksinasi. Olehnya itu, karena kita punya capaian vaksinasi belum mencapai 80 persen secara umum, maka kita di Sulteng saat ini masih level satu dan dua, sehingga PTM di sekolah masih terbatas dengan maksimal 50 persen,” jelas Yudiawati, melalui ponselnya, Rabu, 3 Januari 2022.

Namun kata Yudiawati, waktu pertemuan siswa bertambah hingga enam jam, yang sebelumnya hanya tiga jam satu kali pertemuan. Kemudian pelaksanaan PTM telah dilaksanakan setiap hari.

“Saat ini capaian vaksinasi di daerah kita untuk dosis pertama baru sekitar 70,6 persen, sementara untuk dosis kedua belum mencapai 50 persen, sehingga PTM kita masih tetap terbatas, hanya saja waktu pertemuan siswa di sekolah lebih lama sampai 6 jam,” ujarnya.

Yang menjadi kendala saat ini, kata Yudiawati juga, vaksinasi siswa masih sangat sedikit, kurang lebih 40 persen, dibanding guru sudah banyak yang divaksin 80 persen.

Kata Yudiawati, kendala vaksinasi siswa yang belum capai target disebabkan orang tua siswa masih banyak yang belum izinkan anaknya divaksin. Hal inilah yang menjadi tantangan sekolah dalam hal edukasi vaksin.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas