BANGUN HUNTARA - Dua pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (Huntara), Selasa 22 Januari. Pembangunan huntara hingga kini belum mencapai target. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

*Soal Huntara/Huntap, Gubernur Minta Warga Bersabar

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola berharap masyarakat terdampak bencana sabar menunggu pembangunan Huntara dan Huntap. Masyarakat diharap jangan mau dipengaruhi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mempercepat pemulihan masyarakat, seperti percepatan pembangunan Huntara sesuai kebutuhan dan juga percepatan pembangunan Huntap,” ujar gubernur saat menyerahkan bantuan  Sai Study Group kepada penghuni Banua Huntara Petobo, Rabu, 23 Januari 2019.

Dia mengungkapkan sesuai usulan masyarakat Petobo yang meminta Huntap dibangun di Petobo telah diteruskan kepada Bappenas untuk melakukan kajian kelayakan lokasi.

“Sudah saya teruskan ke Bappenas untuk dilakukan kajian terhadap kelayakan lokasi tersebut. Kalau hasil kajiannya sudah dinyatakan layak, saya akan putuskan menjadi lokasi Huntap,” ucap Longki.

Longki mengharapkan pemerintah Kota Palu dapat memastikan lokasi tersebut tidak bermasalah. Bila ada permasalahan atau masukan ia meminta agar dapat secara langsung disampaikan di kantornya.

“Yakinlah, saya akan berusaha mencari jalan keluarnya,” kata Longki.

Dia menambahkan saat ini lokasi yang sudah disiapkan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kota Palu yaitu berada di Kelurahan Tondo, Talise dan Duyu. Untuk Kabupaten Sigi berada di Pombewe dan Oloboju.

“Saya harapkan pembangunannya dapat segera dilaksanakan,” tandas gubernur.

Gubernur sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyelesaian pembangunan Huntara bagi korban terdampak bencana di daerahnya.

“Saya minta maaf karena pembangunan Huntara yang ditargetkan selesai 31 Desember tapi meleset,” ucap Longki saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Donggala terpilih periode 2019-2024, Kasman Lassa-Moh Yasin di Gedung Pogombo di Palu, Rabu, 16 Januari 2019.

Gubernur menjelaskan keterlambatan tersebut akibat kelangkaan material bangunan untuk pembangunan Huntara. Namun sebagian masyarakat kata dia telah dipindahkan memasuki Huntara yang telah selesai dibangun.

“Sudah ada ratusan masyarakat yang masuk ke Huntara di Kota Palu. Khusus di Kabupaten Sigi, mungkin sudah ribuan, tapi Huntara yang dibangunkan NGO, perbankan, LSM dan masyarakat,” pungkas Longki.

Tagih Dansos

Dari Jakarta dilaporkan, Kepala Biro Administrasi Wilayah dan Pemerintahan, Setda Sulteng, Irvan Aryanto meminta pemerintah segera merealisasikan dana bantuan sosial (dansos), kepada korban bencana tsunami dan liquifaksi Palu dan Donggala. Hal itu disampaikannya dalam Rapat kerja Timwas Penanggulangan bencana dengan sejumlah menteri terkait.

Menurut Irvan, dana itu sangat diperlukan pemprov guna membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana.

“Untuk Percepatan Reralisasi dana Stimulan dan santunan Gubernur Sudah menyampaikan Surat Kepada BNPB RI dan Kementerian Sosial terkait percepatan pelaksanaan realisasinya , dana yang diusulkan sebesar Rp2,6 T,” ungkapnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 23 Januari.

Bukan hanya soal dana sumbangan. Ia juga menyebut Gubernur juga meminta pemerintah khusnya kementerian PUPR untuk segera membuat pembangunan Hunian Tetap.

Disamping itu, ia juga mengungkapkan, untuk Percepatan Pembangunan Hunian Tetap . Gubernur juga sudah menetapkan SK tentang Penetapan Lokasi Tanah Relokasi Pemulihan akibat Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, untuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi, dan untuk mempercepat realisasi pembangunan Huntab.

“Gubernur juga telah meminta kepada Kementrian RI terkait agar secepatnya mengambil langkah langkah strategis untuk percepatan pembangunan Hunian Tetap tersebut, saat ini melalui Satgas PUPR Pembangunan Huntab sudah pada tahap Pembuatan Master Pland dan diharapkan pada pertengahan Tahun 2019 sudah dimulai pembangunan Huntab,” ungkapnya.

Untuk percepatan rehabilitasi dan Rekontruksi, saat ini Pemerintah Propinsi sulawesi Tengah telah merampungkan Rencana Aksi pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekontruksi untuk pembangunan kembali Fasum dan Fasos, Rencana aksi yang akan ditetapkan harus didasarkan dari rencana aksi Kota palu, Kabupaten sigi , Donggala dan Parigi Moutong.

“Selanjutnya, setelah rencana aksi tersebut sudah selesai disusun selanjutnya akan diteruskan kepada Pemerintah Pusat untuk persetujuan alokasi anggaran pelaksanaan kegiatannya,” ungkap dia lebih lanjut.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menjanjikan dana 560 miliar rupiah, sebagai dana awal bantuan dari pemerintah pusat untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Sementara untuk tahap rekonstruksi rumah di wilayah terdampak akan dilakukan di 2019, dengan menggunakan anggaran dalam APBN 2019.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas