BANTUAN - Suasana peringatan Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Vatulemo, Kota Palu pada Minggu 4 Desember 2022, pagi. (Foto: Ist)
  • Hari Disabilitas Internasional

Palu, Metrosulawesi.id – Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Palu, Sulawesi Tengah terciderai oleh sikap oknum Dinas Perhubungan.

Kelompok disabilitas mendapat perlakukan tidak bersahabat dengan tidak memberikan kemudahan mengakses Lapangan Vatulemo, tempat dilaksanakannya Hari Disabilitas Internasional.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulawesi Tengah, Yusuf menyesalkan perlakuan oknum petugas Dinas Perhubungan yang tidak memberikan kemudahan kepada penyandang disabilitas.

Mirisnya, kata dia peristiwa itu terjadi saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Palu.

Yusuf menceritakan, peringatan Hari Disabilitas Internasional dilaksanakan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu pada Minggu 4 Desember 2022, pagi. Sejumlah kelompok disabilitas ramai-ramai ke lokasi kegiatan, termasuk disabilitas fisik yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu untuk berjalan. Ada pula yang menggunakan sepeda motor beroda tiga yang sengja dimodifikasi khusus disabilitas.

“Teman disabilitas fisik yang pakai tongkat diantar pakai motor. Tapi, dalam perjalanan motornya ditahan oleh petugas Dinas Perhubungan di sekitar Jalan Maleo. Tidak bisa lewat, jadi terpaksa berjalan cukup jauh untuk bisa sampai ke Lapangan Vatulemo. Padahal, mereka adalah disabilitas fisik yang pakai tongkat, kesulitan berjalan,” ungkap Yusuf kepada Metrosulawesi, Minggu 4 Desember 2022.

Begitu juga disabilitas fisik yang menggunakan sepeda motor berroda tiga yang dimodifikasi khusus. Motornya tidak diperbolehkan melintas di jalan sekitar Balai Kota Palu.

“Banyak teman-teman disabilitas yang tidak  bisa ke lokasi menghadiri acara Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Vatulemo karena mereka memang tidak bisa berjalan. Ada yang pakai tongkat satu, ada yang pakai tongkat dua,” kata Yusuf.

Car free day pada Minggu pagi, jalan di sekitar Lapangan Vatulemo memang ditutup dan tidak bisa dilintasi kendaraan. Namun, seharusnya petugas memberikan kelonggaran kepada kelompok disabilitas, terutama yang disabilitas fisik.

Sebab, mereka tidak bisa berjalan. Apalagi, momennya adalah Hari Disabilitas Internasional.  

“Paling tidak diantar saja ke lokasi acara saja, karena mereka tidak bisa berjalan,” katanya.

Bahkan, kata dia mobil yang mengantar kursi roda untuk bantuan tidak diperbolehkan melintas karena jalan diblokade oleh petugas Dishub.

Dia berharap, ke depan tidak ada lagi diskriminasi dalam car free day. Mesti ada kebijakan Pemerintah Kota Palu untuk memberi akses kepada penyandang disabilitas, khususnya disabilitas fisik.

“Kita paham tadi pagi adalah car free day tapi disabilitas ini sama sekali tidak bisa berjalan baik. Masa tidak ada kebijakan. Jahat sekali aturan itu,” tegasnya.

Sikap oknum Dishub bahkan tidak sejalan dengan tema Hari Disabilitas Internasional yakni “Partisipasi Bermakna Menuju Pembangunan Inkulsi dan Berkelanjutan”. Meski begitu, peringatan Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Vatulemo berlangsung meriah. Hadir sekitar 150-an kelompok disabilitas dari Palu, Sigi hingga Parigi Moutong. Selain itu, sekitar 500 orang yang ikut memperingati Hari Disabilitas Internasional di Palu yang difasilitasi YEU (Yakkum Emergency Unit).

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas