Home Ekonomi

Berkah Tersendiri Bagi Pedagang Durian Musiman

545
Haris yang menjajakan buah durian di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

KETIKA musim buah durian tiba, banyak penjual durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Ada juga yang di tepi trotoar. Banyak dari mereka yang merupakan penjual dadakan atau yang hanya menjual durian ketika musim buah itu tiba.

Harga durian pun bervariasi mulai dari Rp 10.000 sampai ratusan ribu perkilogram. Jenisnya pun beragam ada durian biasa ada juga durian jenis montong. Durian jenis montong ini biasanya yang paling banyak digemari.

Seperti salah satu pedagang ini, Haris yang sehari-hari berpofesi sebagai sopir truk juga ikut berdagang durian di seputaran Jalan I Gusti Ngurahrai Kota Palu.

Durian yang didapatkan Haris dan dijual kembali ini, berasal dari kebun durian yang berada di Desa Tolai Kabupaten Parigi Moutong.

“Harga durian yang biasa saya jualkan tergantung beratnya karna durian montong saya jualkan di sini Rp 25.000 sampai Rp40 ribu perkilonya,” kata Haris kepada Metrosulawesi, Kamis (27/2/2020).

Meski harganya sedikit mahal, pengunjung yang datang di tempat Haris tidak merasa canggung untuk membeli durian miliknya. Dari hasil penjualan buah durian ia bisa meraup keuntungan Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 perhari.

“Semenjak musim durian sy jualan di sini. Dan Alhamdulillah pendapatan bisa bantu kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Selain buahnya segar dan rasanya enak, Haris juga menyediakan tempat khusus di dalam dagangannya untuk pembeli yang membeli durian miliknya. Ia juga menyediakan kursi dan meja untuk pembeli.

“Biasanya Sabtu minggu itu orang kantor libur. Jadi dorang beli durian disini,” ujarnya

Ia mengakui berjualan buah musiman memang lebih menguntungkan, apalagi buah cepat laku karena banyak orang yang memburu buah musiman ini.

“Alhamdulilla, saya senang berjualan buah musiman ini. Mungkin akan saya terus menerus pada musim-musim buah tahun-tahun berikutnya,” ujarnya dengan nada bahagia.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas