Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Henry Simanjuntak saat memaparkan kondisi gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami deflasi sebesar -0,15 persen melalui kanal Youtube. (Foto: Tangkapan layar/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada bulan November 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami deflasi sebesar -0,15 persen.

Sedangkan inflasi tahun kalender dari Desember 2021 hingga November 2022 sebesar 5,12 persen serta inflasi tahun ke tahun dari November 2021 hingga November 2022 sebesar 6,00 persen.

Dari dua kota indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu mengalami deflasi sebesar -0,10 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 4,97 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 5,78 persen.

“Sama dengan Kota Luwuk pada bulan November mengalami deflasi sebesar -0,39 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 5,75 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 6,85 persen,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Henry Simanjuntak.

Ia mengungkapkan bahwa deflasi pada bulan November 2022 sangat dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,13 persen.

“Diikuti oleh kelompok pakaian dan alas kaki 0,34 persen  dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,07 persen,” ungkapnya.

Sementara kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57 persen. Selanjutnya, Henry mengaku diikuti kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,46 persen.

“Untuk kelompok kesehatan 0,44 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,31 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,09 persen, kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen,” katanya.

Berbeda dengan kelompok pendidikan yang tidak mengalami perubahan indeks harga. Dari 90 kota pantauan IHK nasional, Kota Palu menempati urutan ke-19 deflasi di tingkat nasional dan urutan ke-5 di kawasan Sulampua.

“Sementara Kota Luwuk menempati urutan ke-5 deflasi di tingkat nasional dan urutan ke-1 di kawasan Sulampua,” ujar Henry Simanjuntak.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas