Singgih Budi Prasetyo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Pembangunan Jembatan IV

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggenjot pengumpulan kelengkapan berkas calon penerima uang ganti lahan untuk pembangunan ulang Jembatan IV Palu, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat yang rubuh saat gempa bumi 28 September 2018 silam.

Dijabarkan Kepala Dinas PU Palu, Singgih B Prasetyo, sebanyak 29 nama pemilik lahan telah menerima kucuran uang dari kas daerah Pemkot Palu, dimana uang itu bersumber dari uang hibah Pemprov Sulteng melalui Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura senilai Rp25 miliar.

“Dibagi (proses pencairan uangnya), mulai awal pencairan itu Rabu tanggal 29 Desember 2021 kepada 16 orang pemilik lahan,” ucap Singgih kepada media ini, Kamis, 30 Desember 2021.

Pihaknya juga telah mencairkan uang yang berbeda-beda nominalnya kepada 13 pemilik lahan pada Kamis, 30 Desember 2021. Jika dibulatkan sebanyak 29 bidang tanah telah dibebaskan Pemkot Palu.

Meskipun begitu, Singgih masih enggan menyebut digit jumlah mutakhir penerima uang hibah itu.

“Staf saya yang lebih tahu rinciannya (jumlah uang yang telah dikucurkan). Yang jelas tugas kami hanya mengumpulkan keabsahan berkas administrasi penerima dan uang itu langsung masuk di rekening kas daerah ketika dihibahkan Bapak Gubernur (Sulteng) pada Jumat pekan lalu,” lugas Singgih.

Pengumpulan berkas terdiri dari bukti sertifikat atau alas hak tanah, KTP dan KK serta buku rekening Bank BNI itu membuat pihaknya bekerja ekstra hingga larut malam.

“Semalam staf saya bergadang dan lagi istirahat semua, saya pulang dari kantor jam 4 subuh. Jadi saya belum bisa update data (penerima) per hari Jumat ini. Kiranya pakai data hari Kamis saja dulu. Kalau sudah diperbarui saya infokan ya,” imbuh mantan Kepala BPBD Palu ini.

Diketahui sebanyak hampir seratus warga Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat yang sebelumnya telah ditetapkan menerima uang segar itu. Mereka yang memiliki lahan tersebut masuk ke dalam area pembebasan lahan jembatan ikon Kota Palu itu, yang sebelumnya ditentukan secara validasi dan verifikasi tanah oleh ATR/BPN Kota Palu dan Dinas Tata Ruang Kota Palu.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas