Nawawian. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)
  • Nawawian, Owner Cafe and Cottage Pantai Pangi

Keindahan panorama pantai kerap menjadi daya tarik para treveler, wisatawan lokal, maupun mancanegera untuk menghabiskan waktu liburannya atau pun mengisi waktu senggang bersama keluarga. Pada long weekend libur tahun baru beberapa waktu lalu, sejumlah destinasi wisata pantai di Sulawesi Tengah pun dipadati masyarakat, tak terkecuali Pantai Pangi Masaingi, Kabupaten Donggala.

Laporan: Muh. Yusuf

INI adalah kali kedua Penulis ke Pantai Pangi. Sebelumnya, Penulis sempat  liburan akhir pekan selama sehari bersama keluarga.Namun kali ini untuk pelepasan Tahun 2021, juga bersama keluarga dan para santriwati Panti Asuhan binaanku. Kesan yang membekas sehingga Penulis kembali memilih destinasi ini adalah kondisi lingkungannya yang asri dan bersih. Hal yang menarik, pagi dan sore hari, warga sekitar lokasi itu rutin membersihkan lingkungan usahanya maupun kawasan pantai dari sampah pengunjung.

Menempuh sejam perjalan dari Kota Palu, Penulis tiba di lokasi wisata Pantai Pangi jam 5 sore, yang kurang lebih 300 meter masuk ke arah kiri dari Jalan Trans Sulawesi, Jumat, 31 Desember 2021. Jalannya agak menurun, dimana pada sisi kanan dan kirinya terlihat beberapa cafe yang dibangun warga lokal. Sore itu lengang, kesibukan hanya tampak dilakukan para pedagang kuliner dan pelaku usaha cafe. Sebelum sampai di ujung jalan yang dibatasi dengan tanggul pendek, pembatas antara jalan dan area pantai, miniatur kapal dua lantai terbuat dari beton bercat putih terbangun, lumayan unik.

Penulis pun langsung menuju Cafe and Cottage Pantai Pangi. Tujuannya,  melihat cottage yang telah dipesan sebelumnya via telepon melalui owner-nya, Pak Nawawian.

“Ini pak cottage-nya,” kata Pak Nawawian usai berjabat salam denganku. Lagi, kebersihan terjaga pada cottagedan kawasan cafe outdoor-nya.

Meja kursi, gazebo pun tertata rapi di bawah pohon untuk para pengunjung Cafe and Cottage Pantai Pangi.

“Kemarin kan saya ini sudah kemari bersama keluarga. Saya lihat warga disini gotong royong bersihkan pantai, apakah itu menjadi rutinitas atau kalau hanya liburan saja ya?” tanyaku penasaran kepada Pak Nawawian.

“Ini namanya Cafe Pantai Pangi. Pangi itu nama kayu, yang dimana seperti Pohon Pangi, yang buahnya jatuh tidak jauh dari pohonnya. Makanya orang Masaingi disini, tidak ada yang merantau jauh Pak, karena disitu sejarahnya. Bersih-bersih pantai dan lingkungan disini, itulah kerjaan saya pak. Setiap hari usai Salat Subuh, saya memulai aktivitas menyapu pantai. Memberi contoh kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya kebersihan, sadar akan wisata,” kata Mantan Kades ini.

“Karena saya yakin, kita harus berangkat dari kebersihan. Agama kita juga memerintahkan demikian. Syarat utama membangun objek wisata itu bersih, baru menyusul keamanan, baru keindahan,” tambahnya.

Bagi Pak Nawawian, hal baik yang dilakukan akan menular kepada lainnya.

“Kenapa bisa disini akhirnya jadi semacam rutinitas bersihkan pantai, karena mereka ikut-ikutan. Kita awali dari diri saya pribadi selama menjabat Kepala Desa, akhirnya keyakinan warga muncul bahwa kebersihan itu penting,” jelasnya.

Pak Nawawian pun beranggapan, membuka suatu objek wisata itu membutuhkan perubahan pola pikir.

“Membuka objek wisata itu berarti membuka mindset orang untuk berpikir. Misalnya, yang biasanya buang sampah sembarangan, jadi tidak suka lagi sembarangan buang sampah, dia jadi cinta dengan kebersihan, seperti itu Pak,” jelasnya.

Pak Nawawian pun mengaku masih banyak mimpi besarnya untuk memajukan destinasi wisata Pantai Pangi.

“Alhamdulillah impian saya untuk membangun Cafe Pantai Pangi ini sudah terkabul 2016 kemarin. Masih banyak mimpi besar saya Pak untuk membangun kawasan wisata Pantai Pangi ini. Saya ingin membangun permandian tiga macam air, air laut, air tawar, dan air panas. Disini ada juga air panas, makanya saya kerjasama dengan desa tetangga, insyaallah itu akan kita alirkan ke kolam,” ungkapnya.

“Hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemda Donggala, baru Dana Desa yang kami pakai membangun Pantai Pangi ini,” tambahnya.

Ayo tulis komentar cerdas