BACAKAN PUTUSAN - KM, Suhendra Saputra saat membacakan amar putusan bagi terdakwa Muhammad Nasrul dipersidangan, Kamis 30 Desember 2021. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa penghina Almarhum Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf Al Jufri, yakni Muhammad Nasrul alias Abu Annas Albuluri divonis 2 tahun penjara dalam sidang putusan yang berlangsung, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Kamis, 30 Desember 2021.

Vonis bagi terdakwa pun telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, setelah terdakwa bersama kuasa hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Eko Raharjo SH MH, sepakat menerima hasil putusan hakim.

Vonis terdakwa yang dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ini, dibacakan ketua majelis hakim Suhendra Saputra SH. MH, didampingi dua hakim anggota. Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan terdakwa Muhammad Nasrul terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Sebagaimana diatur  dan diancam pasal 45 A, ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana dalam surat dakwaan alternatif ke satu,” ungkap Suhendra Saputra sembari menetapkan bahwa hukuman itu dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Vonis dari majelis hakim itu telah berdasarkan pertimbangan yakni hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan rasa permusuhan kepada kelompok Abnaul Khairat, dan perbuatan terdakwa telah menghina keluarga Habib Saggaf Bin Muhammad Aljufri dan Abnaul Khairat.

“Sementara hal-hal yang meringankan diantaranya, terdakwa mengakui dan menyesali serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa bersama keluarganya telah meminta maaf kepada keluarga besar Abnaul Khairat dan perbuatan terdakwa telah dimaafkan. Terdakwa punya tanggungan keluarga istri dan anak yang masih balita,” tutur Suhendra.

Atas vonis pidana tersebut, terdakwa bersama kuasa hukumnya menyatakan menerima putusan, begitu juga dengan JPU.

“Jadi karena terdakwa dan kuasa hukumnya termasuk JPU menyatakan menerima hukuman putusan, berarti vonis terdakwa Muhammad Nasrul telah memperoleh hukum tetap. Kepada terdakwa semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga di masa akan datang ya,” tandas Suhendra.

Sebelumnya diberitakan dalam tunutan JPU, terdakwa dituntut dua tahun dan 6 bulan penjara. Artinya hukuman terdakwa yang telah inkracht sedikit lebih ringan dari tuntutan JPU.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas