Imam Sutarto. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Rekrutmen di Kota Palu Akan Dibuka Lagi

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Imam Sutarto mengungkapkan, guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak memiliki tunjangan, karena mereka ini bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Guru PPPK ini akan menerima gaji kurang lebih Rp4 juta, namun dipotong pajak PPH sehingga sekitar Rp3 juta lebih. Jadi mereka ini hanya menerima gaji utuh tanpa tunjangan, sebab status mereka ini sesuai persetujuan kontrak kerja, maka dari itu selama mereka masih tenaga kontrak maka selama itu pula mereka masih digaji, sehingga setiap saat bisa berubah statusnya,” jelas Imam, saat dihubungi Metrosulawesi melalui ponsel, Ahad 28 November 2021.

Menurut Imam, walaupun tidak ada tunjangan, tetapi nilai gaji Rp3 juta lebih itu cukup besar, karena seorang PNS gaji pokoknya itu kurang lebih Rp3 juta, tetapi nanti masuk masa kerjanya 15 tahun, baru sama gajinya dengan PPPK yang saat ini.

“Jadi menurut saya gaji PPPK cukup tinggi, walaupun memang tidak ada tunjangannya,” ungkapnya.

Imam mengungkapkan, rekrutmen PPPK akan dibuka hingga tiga gelombang. Gelombang pertama telah selesai, kuota yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Kota Palu ada sebanyak 314. Namun yang lolos hanya 157 guru, sehingga sisanya lagi sebanyak 157 guru nanti akan mengikuti tes PPPK gelombang kedua pada 6-8 Desember 2021.

“Olehnya itu bagi yang tidak lolos di gelombang pertama, bisa mengikuti lagi gelombang kedua dan ketiga. Guru yang lulus di tahap pertama itu usianya bervariasi karena yang dibuka dari usia 21 hingga maksimal 59 tahun,” ujarnya.

Kata Imam, rekrutmen PPPK ini menurut informasi akan terus berlanjut, sehingga formasi tahun 2022 telah dipersiapkan kembali oleh pemerintah pusat melalui BKN. Penentuan formasi oleh BKN dilakukan berdasarkan rasio kekurangan guru di jenjang SD dan SMP.

“Untuk di Kota Palu kekurangan guru itu sudah pasti ada, sebab setiap saat datanya terus berubah, karena ada guru yang sudah pensiun, kemudian ada yang mutasi keluar daerah, serta yang meninggal sebelum masa pensiun, semua ini semakin menambah daftar kekurangan,” katanya.

Imam mengatakan, Kota Palu masih kekurangan sebanyak 700 lebih tenaga guru, dari semua jenjang, baik SD dan SMP. Kuota yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 314, belum menutupi kekurangan guru di Kota Palu.

“Sesuai janji pak Mendikbudristek, bahwa formasi akan dipenuhi hingga 2023 melalui jalur PPPK, maka kami berharap seluruh guru yang masih honorer, agar tetap semangat dan bersabar. Semoga semuanya dapat terangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sehingga kebutuhan ekonomi para tenaga pendidik honorer dapat terpenuhi dengan baik, sesuai harapan bersama,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas