DIAMANKAN - Pelaku pencurian aspal di Jalur Trans Sulewana saat diamankan denga tangan terborgol. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Kasus pencurian aspal di Jalan Trans Sulawesi tepatnya desa Sulewana Kecamatan Pamona Utara pada  25 Agustus 2021 silam, telah bergulir di meja hijau persidangan, di Pengadilan Negeri Poso. Kasus pencurian ini mengadili dua orang terdakwa, yakni Meisyal Alias papa Piksam dan Ruddy Lamia alias Rudi.

Kacabjari Tentena Yunan Putra Firdaus SH, MH, kepada Metrosulawesi, Kamis 11 November 2021, membenarkan kalau kasus pencurian aspal sudah masuk tahapan persidangan,”Sidang perdana kasus pencurian aspal yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sulewana itu sudah digelar sejak 3 November 2021,” ungkapnya.

Kata Yunan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan itu, selanjutnya akan digelar pekan berikutnya dengan agenda pembuktian, yakni mendengarkan keterangan saksi-saksi.

”Kini kedua terdakwa sedang ditahan di Rutan Poso,” tutur Kajabjari Tentena.

Atas kasus pencurian tersebut, kedua terdakwa didakwa melanggar Pasal 363 KUHP yakni Pencurian Pemberatan, ancaman pidana penjara dari dakwaan pasal tersebut, paling lama tujuh tahun.

Babuk aspal yang pelaku curi. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Kapolsek Pamona, yang mengungkap kasus itu awalnya AKP Felix Alfons Saudale SH kepada Metrosulawesi, menguraikan kasus itu bermula Rabu 25 Agustus 2021 sekitar pukul 02.00 Wita,  kedua terdakwa Meisyal alias Papa Piksam dan Ruddy Lamia alias Rudi, menggunakan mobil Pickup Daihatsu Grandmax Nopol DN 8136 DA menuju lokasi yang mana tersimpan drum aspal di pinggir jalan Trans Sulawesi dekat pintu masuk PT. Poso Energi 1  Sulewana.

”Setelah sampai di TKP, selanjutnya mobil dimundurkan untuk lebih dekat dengan sasaran, untuk memudahkan drum aspal sampai ke mobil, kedua terdakwa menggunakan papan sebagai pengalas, tak berlangsung lama sebanyak 12 drum aspal sudah berada di atas mobil,” tutur Kapolsek Pamona Utara Felix Alfons Saudale.

Lanjut diungkapkan Perwira Balak Tiga ini, pada Senin 30  Agustus 2021 sekitar pukul 11.30 Wita, anggota Polsek Pamona Utara Jacky Maluhima, melihat mobil grand max warna hitam yang dicurigai digunakan kedua terdakwa mencuri aspal sebanyak 12 drum melintas di depan Polsek Pamona Utara, tanpa menunggu  waktu lama,  anggota Polsek Jacky menyampaikan kepada Kapolsek,

“Mendapat informasi tersebut, sebagai Kapolsek segera memerintahkan anggota Reskrim dan Sabhara untuk melakukan pembututan. Mobil mengarah ke Siwagilemba Kelurahan Pamona, selanjutnya balik arah ke Unkrit, namun belum sampai di Unkrit, mobil tersebut tiba-tiba belok ke kanan dan berhenti disamping kantor Pegadaian lama, melihat moment tersebut, dimana sekitar pukul 12.00 Wita, saya bersama anggota langsung melakukan penangkapan yang tentunya berdasarkan surat perintah penangkapan,” ujar Kapolsek Pamona Utara.

Saat dilakukan interogasi di tempat penangkapan sambung Felix, kedua tersangka mengakui bahwa mereka yang mencuri sebanyak 12 drum aspal dipinggir jalan Trans Sulawesi dekat pintu masuk PT Poso Energi, mendengar pengakuan kedua terdakwa, akhirnya mereka langsung digiring ke Polsek Pamona Utara.

Reporter: Saiful Sulayapi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas