PANTAU PROKES - Wakil Bupati Poso, M Yasin (tengah) melihat langsung penerapan protokol kesehatan di salah satu TPS dalam pelaksanaan Pilkades di Poso pada Sabtu 4 Desember 2021.
  • Pilkades di 80 Desa di Poso dengan Prokes Ketat

Pekan lalu sebanyak 80 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Poso menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Karena di masa pandemi Covid-19, maka pelaksanaannya digelar dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Seperti apa? Berikut laporannya.

TEMPAT cuci tangan salah satu peralatan prokes Covid yang terlihat jelas di semua tempat pemungutan suara (TPS) Pilkades yang digelar Sabtu 4 Desember 2021 di Poso. Sebelum masuk ke TPS, warga wajibkan mencuci tangan lebih dahulu. Setelah itu baru bisa masuk dan menduduki kursi yang sudah disediakan.

Selain menyiapkan tempat cuci tangan, panitia Pilkades di setiap desa juga membuat TPS dengan menonjolkan protokol kesehatan. Misalnya dengan memasang sekat dari kertas plastik transparan antara petugas TPS dengan masyarakat.
Pelaksanaan pilkades dengan prokes ketat benar-benar diterapkan dalam pilkades itu. Setiap TPS tidak lebih dari seratus pemilih. Mereka yang datang ke TPS tidak sekaligus, melainkan bergilir.

Pantauan Metrosulawesi, tak satupun warga yang datang tak mengenakan masker. Mereka datang lengkap dengan dengan mengenakan masker. Tak terlihat kumpulan warga yang bergerombol. Setelah melakukan pencoblosan, warga langsung pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Poso, dr Djani Moula mengatakan, pelaksanaan Pilkades dengan prokes ketat memang sudah dipersiapkan jauh sebelum hari H.

Bupati Poso dr Verna Inkiriwang kata Djani, memang telah mewanti-wanti agar pelaksanaan Pilkades sesuai instruksi dan arahan Mendagri yang menekankan prokes dalam perhelatan Pilkades.

Untuk memaksimalkan penerapan prokes, selain melibatkan aparat kepolisian, pihaknya juga menyertakan petugas PKM untuk memantau pelaksanaan prokes di TPS.

“Kita memang sudah meminta panitia Pilkades agar tidak kendor melaksanakan Protokol Kesehatan. Ini penting dilakukan guna memutus mata rantai penularan Covid-19, sehingga hari H pencoblosan panitia harus terapkan prokes secara ketat,” kata dr Djani yang juga salah satu pengus IDI Poso ini.

Pilkades kata Djani, adalah bagian dari proses demokarasi di tingkat desa. Waktu pelaksanaannya sudah ditetapkan, sehingga Panitia maupun pihak Dinas teknis dapat memaksimalkan tugasnya.

“Pilkades kita di tahun ini memang berbeda karena dalam kondisi pandemi. Bagaimana pun kita harus dapat mensukseskan Pilkades ini tanpa ada hambatan, termasuk dengan mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan, baik menyangkut aturan dan juknisnya maupun non teknisnya,” beber Djani.

Untuk mencegah agar pilkades tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid, maka pihaknya jauh sebelum hari H Pilkades sudah mengingatkan kepada masyarakat yang datang ke TPS untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumunan agar tidak muncul penularan.

“Jangan sampai ada klaster Pilkades, kita harus pastikan ini Pilkades kepentingan negara dan masyarakat, soal kesehatan juga kepentingan negara dan masyarakat. Artinya sama penting, tinggal kita saja lagi dapat mematuhi ketentuan yang ditetapkan,” jelasnya.

Guna memastikan penerapan Prokes dalam pilkades tersebut, Wakil Bupati Poso, M Yasin langsung melakukan pemantauan prokes pada hari H Pilkades.

Wabup Yasin mengatakan pelaksanaan Pilkades serentak di Poso telah dipersiapkan beberapa bulan sebelum hari H. Termasuk di antaranya persiapan peralatan untuk penerapan prokes.

Salah satu upaya mencegah Covid kata Yasin, adalah dengan membatasi jumlah pemilih di dalam satu TPS. Yaitu tidak lebih dari seratus orang. Mereka yang datang ke TPS pun dilakukan secara bergelombang untuk menghindari kerumunan massal.

Kabupaten Poso adalah salah satu daerah di Sulteng yang sempat mengalami nol kasus penambahan Covid dalam beberapa pekan. Namun berdasarkan data dari Pusdatina Covid Sulteng, pada Ahad malam, terdapat enam kasus Covid baru di Poso.

Juru Bicara Pusdatina Covid Sulteng, Adiman mengatakan, Kabupaten Poso termasuk dari sembilan daerah di Sulteng yang masih ditemukan kasus Covid aktif. Antara lain: 11 kasus di Kabupaten Sigi, enam kasus di Tolitoli, lima kasus di Banggai Kepulauan, dua kasus di Tojo Una-Una, satu kasus di Banggai Laut, Dongala, Parigi Moutong dan Kota Palu.

Adiman mengimbau warga menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat.

“Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng,” pungkasnya.

Reporter: Udin Salim – Saiful Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas