Home Sulteng

Dana Santunan Covid Hangus

14
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dana santunan yang diperuntukkan bagi ahli waris korban meninggal dunia pasien virus corona (Covid-19) hangus. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, menjelaskan dana santunan duka tersebut hangus karena telah menyeberang tahun.

“Dana santunan covid hanya dianggarkan di tahun 2020 dan tahun 2021 tidak lagi,” jelas Ridwan kepada Metrosulawesi, Jumat, 26 Februari 2021.

Diketahui, dana santunan duka pasien covid meninggal disiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Kemensos menganggarkan santunan duka untuk ahli waris pasien covid-19 sebesar Rp15 juta perjiwa. Syarat utama untuk mendapat santunan duka pasien Covid-19 harus ada surat keterangan atau pernyataan dari Puskesmas, rumah sakit atau dinas kesehatan setempat. Surat dimaksud yang menyatakan bahwa benar pasien yang akan mendapat santunan duka meninggal karena terpapar covid.

Telah ditentukan alur pengusulan santunan duka pasien covid melalui kabupaten/kota memasukkan data korban meninggal ke Dinsos Provinsi. Selanjutnya data tersebut akan dikirim Dinsos Provinsi Sulteng ke Kemensos. Namun kata Ridwan, data yang dimaksud tidak kunjung dimasukkan Dinsos kabupaten/kota hingga Desember 2020.

Padahal kata dia, Dinsos Provinsi Sulteng sudah menyurati kabupaten/kota agar memasukkan data-data pasien Covid meninggal dunia sejak Juli 2020. Surat yang disampaikan ke Dinsos kabupaten/kota menindaklanjuti edaran Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos tertanggal 18 Juni 2020. Surat edaran tersebut perihal penananganan perlindungan sosial bagi korban meninggal dunia akibat virus corona.

“Juni kami terima surat dari kementerian, bulan Juli langsung kami tindaklanjuti ke kabupaten/kota agar mengirim data pasien covid ke kami. Tapi karena kabupaten/kota banjir dengan bantuan lainnya, mungkin jadi terlena dan tidak memperhatikan surat yang kami kirim,” ucap Ridwan.

“Sampai Desember 2020, kami melakukan meeting zoom lagi untuk meminta data. Jangankan kabupaten, Kota Palu pun sampai Desember tidak memasukkan data. Akhirnya nanti Januari 2021 baru mereka (Dinsos kabupaten/kota) memasukkan data. Tapi setelah kami konfirmasi ke kementerian, ternyata dana covid hanya dianggarkan tahun 2020. Jadi untuk Provinsi Sulawesi Tengah dana covid tidak bisa dicairkan karena sudah menyeberang ke anggaran 2021,” tambahnya.

Namun kata Ridwan, hangusnya dana santunan covid tak cuma di Sulteng, sejumlah provinsi lain juga disebut mengalami hal serupa. Dia mencotohkan Provinsi Jawa Timur, yang cuma bisa mencairkan sebagian dana santunan duka pasien covid.

“Jadi saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan mewakili Kementerian Sosial RI memohon maaf karena dalam hal ini tidak ada yang bisa disalahkan. Seperti yang telah saya katakan, masuknya data ke Dinsos Provinsi Sulteng telah menyeberang tahun. Kami telah sampaikan ini ke kabupaten/kota melalui surat bahwa santunan covid tidak bisa lagi dicairkan,” pungkas Ridwan.

Adapun berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulteng per 25 Februari 2021, total jumlah pasien meninggal terkonfirmasi positif corona untuk Sulawesi Tengah sebanyak 250 jiwa.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas