ASPAL HALUS - Kondisi Jalan Jati yang kini telah diaspal halus. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Terjangan debu material perbaikan Jalan Jati di Kelurahan Nunu dan Tavanjuka, Kecamatan Palu Barat dan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah selama sekitar dua bulan kini tak nampak lagi. Hal itu terjadi setelah lajur sepanjang hampir 1 kilometer tersebut diaspal laston atau halus.

Pantauan langsung Jurnalis Metrosulawesi pada Senin, 6 Desember 2021, titik yang diaspal dimulai dari Tugu Nosarara Nosabatutu Nunu hingga tugu perempatan Jalan Lekatu di Kelurahan Tavanjuka.

Jalan di dua kelurahan yang dipisahkan sungai itu kini telah membuat para pengendara lebih lancar melaluinya. Meskipun usai diaspal, petugas rehab jalan tersebut belum membuat garis putih penanda batas dua jalur.

Berstatus jalan kota, Jalan Jati sebelum diperbaiki menjadi salah satu jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat imbas kerusakannya. Seperti titik tepatnya berada sekitar di Tugu Nosarara Nosabatutu Nunu yang telah dibongkar karena alasan perbaikan jalan.

Titik itu merupakan titik terparah terjadinya kerusakan, yang salah satu dampaknya adalah kemacetan hampir saban hari.

Buntut keadaan itu akrab terjadi karena Jalan Jati sebagai jalan utama penghubung dari kawasan padat pemukiman menuju pusat Kota Palu. Pemkot Palu sebagai pihak penanggung jawab jalan tersebut kini telah menunaikan keluhan masyarakatnya. Termasuk mereka juga telah mengaspal jalan di sekitar Jalan Jati seperti di Jalan Beringin.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas