Home Palu

Pemotongan Sapi Diimbau Lewat RPH

287
Greesje Kuhu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mengimbau masyarakat agar memotong ternak sapi lewat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Imbauan tersebut disampaikan mengingat dalam momentum Ramadan dan Lebaran pemotongan ternak sapi akan meningkat.

“Kalau lewat RPH kualitas daging terjamin karena telah melalui pemeriksaan petugas hewan,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunak Sulteng Greesje Kuhu di Palu, Senin, 6 Mei 2019.

Dia mengungkapkan masyarakat bisa membawa ternaknya ke RPH Kota Palu yang berada di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga. Sebelum dan sesudah disembelih, ternak sapi akan diperiksa. Greesje mengatakan sebelum ternak dipotong, petugas dinas memeriksa terlebih dahulu kesehatannya.

Ternak-ternak yang tidak sehat, tidak bisa disembelih karena akan membahayakan kesehatan manusia. Ternak yang tidak sehat biasanya dirawat dan baru akan disembelih jika ternak itu benar-benar sudah sehat.

“Kami sarankan semua pemotongan ternak harus melalui RPH karena disana ada pemeriksaan. Sebagai jaminan kualitas daging dari RPH, nanti akan dikeluarkan surat keterangan sehat dan layak,” kata Greesje.

Selain terkait kualitas dan kesehatan ternak, penyembelihan lewat RPH dikatakan mencegah pemotongan sapi betina produktif. Sebab Pemprov Sulteng melalui Gubernur H Longki Djanggola telah mengeluarkan imbauan agar tidak memotong sapi betina produktif. Itu demi mewujudkan Sulawesi Tengah sejuta sapi pada 2021 mendatang.

“Kita menarget pada tahun 2021, Sulawesi tengah bisa sejuta sapi sesuai program pak gubernur,” ucapnya.

Greesje juga mengimbau pemerintah kabupaten/kota gencar melakukan pemeriksaan kualitas daging, khususnya yang ada di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar-pasar tradisional. Baru-baru ini, tim gabungan di wilayah Kota Palu dikatakan telah melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional.

“Sidak perlu tetap dilakukan untuk mengetahui harga dan kualitas daging di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan,” tandas Greesje.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas