Ilustrasi. (Foto: Ist)

Donggala, Metrosulawesi.id – Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana selama tiga tahun penjara kepada terdakwa Sindi Claudia (20 tahun), dalam sidang lanjutan pembacaan putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Donggala, Senin, 10 Januari 2022.

Sindi Claudia merupakan terdakwa yang dijerat perlindungan anak, karena perbuatannya yang melakukan Eksploitasi terhadap dua orang  anak, di Kabupaten Sigi.

Sidangnya dipimpin ketua Majelis Hakim Andi Aulia Rahma SH, MH, beserta dua anggotanya, Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah, S.H., M.H., dan Arzan Rashif Rakhwada, S.H., M.Kn.

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa Sindi Claudia (20 tahun) terbukti  secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak.

“Menjatuhakan pidana kepada terdakwa Sindi Claudia tiga tahun penjara, dan pidana denda Rp 200,000,000, dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar pidana denda tersebut, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” kata hakim ketua Andi Aulia SH MH, membacakan amar putusannya.

Vonis tersebut, telah berdasarkan pertimbangan hukum dari majelis hakim, salah satunya sebagaimana dikatakan Andi Aulia, bahwa secara filosofis anak merupakan tunas bangsa yang memilki potensi penerus bangsa, anak berhak memperoleh perlindungan khusus, terutama perlindungan hukum dalam sistem peradilan.

Kemudian, majelis hakim berpendirian bahwa dalam rangka memberikan rasa aman dan sekaligus bentuk sarana edukasi bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa kejahatan eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang tidak berprikemanusian.

“Majelis hakim berpandangan hukuman pidana bagi terdakwa telah mencerminkan keberpihakan terhadap perlindungan anak, alasan pemberatan penjatuhan pidana, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah tentang perlindungan terhadap anak,” tutup hakim ketua.

Diketahui perkara pidana yang menjerat terdakwa Sindi Claudia teregister di PN Donggala nomor register 352/Pid.Sus/2021/PN Dgl. Sebagaimana diuraikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, bahwa perbuatan terdakwa terjadi awalnya Pada hari Kamis, 19 Agustus 2021 sekitar Pukul 12.00 WITA, Terdakwa sindi claudia pada awalnya menghubungi Korban A dan Korban B melalui facebook messenger dan bersepakat untuk bertemu pada malam harinya.

Selanjutnya, Terdakwa menjemput kedua korban di rumahnya di Kabupaten Sigi dan membawanya ke salah satu homestay di Kota Palu. Pada saat tiba di Homestay tersebut, Terdakwa kemudian menyuruh Korban A dan Korban B untuk melayani tamu (pelanggan). Pada malam hari tersebut Korban A dan Korban B masing-masing melayani 3 (tiga) orang tamu (pelanggan) yang telah disiapkan oleh Terdakwa. Adapun total seluruh biaya/tarif yang diterima oleh Terdakwa dari tamu (pelanggan) sebesar Rp2.050.000. Dalam memuluskan perbuatannya, terdakwa menjanjikan kepada Korban A dan Korban B akan dibelikan HP setelah selesai melayani tamu (pelanggan).

Reporter: Tamsyir Ramli – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas