KONFERENSI PERS - Pengurus KONI Sulteng saat melakukan konferensi pers di kantor Koni Sulteng, Kota Palu, Rabu (05/01/2022). (Foto: Ist/ Dok. KONI Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah menunjukan keseriusannya untuk mendulang pundi-pundi medali pada pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Tak tanggung-tanggung, bonus Rp 1 Miliar siap diberikan kepada para atlet apabila mendapat emas pada pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Ketum KONI Sulteng, M. Nizar Rahmatu menjelaskan, hal ini merupakan suatu gebrakan besar sesuai dengan harapan Gubernur, Rusdy Mastura, melalui program Sulteng Emas 2024 dengan terget 10 medali emas. Meski dukungan APBD Sulteng belum memadai, namun kata Nizar, melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Sulteng Emas, langsung mengambil langkah-langkah konstruktif guna mewujudkan target tersebut.

“Jadi meski tanpa dukungan ABPD, KONI dan Tim Pokja, langsung tancap gas,” kata Nizar saat memberikan keterangan Pers di Kantor KONI Sulteng, Rabu ( 5/12/2022)

Dijelaskannya, gebrakan awal yang dilakukan ialah menaturalisasi atlet-atlet nasional penyumbang medali di berbagai event Nasional dan Internasional untuk memperkuat kontingen Sulteng. Pihaknya bersama Pokja Sulteng Emas telah bersepakat akan merekrut atlet-atlet Nasional serta patriot-patriot Sulteng yang selama ini memperkuat daerah lain, untuk kiranya di event olahraga empat tahunan mendatang bisa bersama dibarisan skuad Sulteng.

Langkah ini menurut Nizar, salah satu metode guna memicu atlet-atlet Sulteng dalam meraih prestasi. Nizar pun meminta kepada para atlet kelahiran Sulteng yang selama ini memperkuat provinsi lain, untuk segera kembali ke Bumi Tadulako.

“KONI dan Pokja Sulteng tidak akan menutup mata, tetapi akan akan tetap memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi apalagi peraih medali emas” ujarnya.

Ditambahkan Nizar Rahmatu, pihaknya saat ini membuka ruang dan kesempatan kepada seluruh atlet hanya di tahun 2022. Jika melawati tahun tersebut, maka Sulteng sudah menutup diri. Sebab kuncinya ada di Pra PON tahun 2023 mendatang.

“Yang jelas kami siap membuat pernyataan hitam di atas putih serta kontrak terhadap atlet-atlet yang mau bergabung dengan skuad Sulteng baik itu putra-putri asli daerah maupun atlet dari luar yang mau bergabung dan bersedia membawa bendera Sulteng di PON Aceh Medan Tahun 2024 mendatang. Alhamdulillah Pokja Sulteng siap dengan Nol APBD,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Pokja Sulteng Emas, Ronny Tanusaputra menegaskan, untuk urusan pembinaan atlet adalah tanggungjawab KONI, namun untuk mengumpulkan pundi pundi emas guna merealisasikan program Sulteng Emas, menjadi tanggungjawab Pokja Sulteng.

Olehnya, kata Ronny, salah satu strategi Tim Pokja dalam mendukung program Gubernur selain akan memberikan bonus Rp 1 Miliar bagi peraih medali emas di PON Aceh Sumut, pihaknya juga akan menaturalisasi atlet-atlet Nasional. Mendatangkan atlet-atlet nasional di skuad Sulteng, merupakan strategi agar atlet-atlet Sulteng bisa lebih giat dan kontinyu dalam berlatih, sehingga dalam event Nasional bisa menyumbangkan medali emas.

Diketahui, Pokja Sulteng emas sejauh ini telah menaturalisasi dua atlet renang Nasional yakni Azzahra Permatahani, dan Sofia Kemala Fatiha. Ronny bilang pihaknya juga tengah melakukan komunikasi dan negosiasi dengan beberapa atlet Nasional lainnya seperti atlet biliar Ismail Kadir peraih dua medali emas di PON XX Papua, kemudian atlet Tenes Lapangan Christopher Rungkat dan atlet Dayung.

Selain itu atlet Panjat Tebing asal Sulteng Aspar Djaelolo yang saat ini memperkuat kontingen DKI Jakarta, menurut dia juga akan kembali ke tanah luluhurnya guna memperkuat Tim Sulteng dan beberapa atlet panjat tebing lainnya.

“Semoga dengan bonus Rp 1 Miliar bagi peraih medali emas ini, akan menjadi triger atau pemicu semangat atlet-atlet Sulteng dalam mengibarkan bendera Sulteng di PON Aceh Sumut,” tegas Ronny. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas