KOMPETISI - Sejumlah siswa MAN IC Palu, saat ikuti lomba ISPO secara daring, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cedika (IC) Kota Palu, yang tergabung dalam dua tim berhasil lolos di final ajang Event Indonesia Sains Projet Olimpiade (ISPO).

Tim A yang diketuai oleh Nurul Syafirah dan Nurul Fadhilah Salsabilah, dan Tim B yang diketuai oleh Muhammad Teguh Arly Prasetyo, dan Abdul Afif Sidora, saling beradu kemampuan dalam mempresentasikan hasil penelitiannya.

Dan rencananya kedua tim ini, pada 18-20 Februari 2022 di Kampus Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, akan bertarung dengan para pelajar se-Indonesia.

Menurut Pembimbing Penelitian, yang juga Guru Mata Pelajaran Kimia di MAN IC Palu, M. Sidik, ISPO tahun ini akan memperlombakan enam kategori yakni, Lingkungan, Teknologi dan Robotika, Komputer, Fisika, Biologi, dan Kimia.

“Penggabungan dua program besar ini menjadi langkah konkrit panitia ¬†untuk memulihkan kembali kualitas sumber daya manusia Indonesia, yang tidak saja maju dan berdaulat serta mempunyai daya kritis, inovatif, kreatif, namun juga mempunyai sopan, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan identitas bangsa,” kata Sidik, di Palu, belum lama ini.

Sidik mengatakan, generasi muda bangsa yang semacam inilah akan mampu memulihkan keadaan bangsa dengan berbagai prestasi, terlebih di masa-masa pandemi atau krisis yang berat. Generasi yang menatap masa depan cerah tanpa tercerabut dari akar budayanya.

“Olehnya itu melalui ISPO, anak-anak didik kita didorong untuk dapat seimbang, antara karakter dan kreativitas, yang melahirkan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi umat manusia, khususnya masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sidik mengatakan, sejak 2016, ini adalah kali kedua  siswanya masuk ke final ISPO. Mereka tampil seperti layaknya mahasiswa S1, sudah menguasai semua riset dan metodologi.

“Para siswa kami juga memiliki ide baik, untuk diperlihatkan dan mendapatkan sumber belajar baik, dari tinjauan literatur dan internet. Meskipun saat ini ada keterbatasan penjurian karena pandemi, tapi kami yakin mereka akan tetap tampil baik,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas