Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Tim Studi Kelayakan Segera Dibentuk

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK, Hatija Yahya, belum lama ini, berkunjung ke Kemendikbud Ristek dalam rangka koordinasi terkait Politeknik.

“Ada dua alternatif yang kemarin kita ajukan ke Direktur Politeknik, pertama alasan kita di Sulteng banyak industri besar misalnya bidang pertambangan, listrik, nikel, dan lainnya, khususnya sumber daya alam. Sementara untuk peningkatan anak-anak kita di bidang tersebut, kita tidak punya perguruan tingginya dalam hal ini Politeknik. Jadi sesungguhnya usulan kita sebenarnya ini terkait dengan pemenuhan guru vokasi,” jelasnya.

Kata Yudiawati, dalam kaitan guru vokasi pihaknya sangat menghendaki Universitas Tadulako untuk membuka program studi yang ada kaitannya dengan pendidikan vokasi. Memang hingga saat ini FKIP Untad tidak ada prodi yang menghasilkan guru-guru vokasi.

“Olehnya kita dorong bagaimana di Sulteng itu kita punya Politeknik, yang di bawah naungan Kemendikbud Ristek. Karena di Sulteng ini ada Politeknik yang ada di Morowali namun di IMIP sendiri, tetapi itu didirikan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, kita mau hanya di Kemendikbud Ristek,” ujarnya.

Ternyata, kata Yudiawati, Kemendikbud Ristek sedang memoratorium pendirian perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Namun bagi daerah-daerah tertentu dimungkinkan untuk dibuka perguruan tinggi, sepanjang memenuhi alasan tertentu.

“Jadi artinya bahwa Sulteng disambut oleh Kemendikbud Ristek, karena memang secara nyata dan fakta bahwa kita butuhkan. Maka sekarang kementerian meminta kepada kita untuk membuat studi kelayakannya, sekaligus permohonan kepada Menteri. Untuk alih fungsi status Politeknik Palu yang ada di Tondo sekarang menjadi Politeknik negeri. Jadi bukan untuk mendirikan perguruan tinggi baru, melainkan alih fungsi,” katanya.

Yudiawati mengatakan, alih fungsi Politeknik Nasarara Nosabatutu itu menjadi negeri atas saran dan pertimbangan dari Direktur Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, karena jauh lebih mudah alih fungsi dari status swasta ke negeri, dibanding membuka perguruan tinggi baru.

“Artinya ini menjadi angin segar bagi kita dan tantangan di Pemerintah Provinsi Sulteng khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengawal hal tersebut. Sehingga dalam waktu dekat kami akan segera membentuk tim untuk membuat studi kelayakannya. Kemudian sekaligus melakukan permohonan kepada Pak Mendikbud Ristek untuk menerima dan melakukan alih fungsi terkait dengan status Politeknik swasta sekarang menjadi negeri,” pungkasnya.

Yudiawati mengatakan, kelembagaan dan ketenagaan di Politeknik swasta itu sudah ada, hanya tinggal menyesuaikan potensi sumber daya alam lokal Sulteng dengan jurusan yang akan dibuka.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas