ILUSTRASI - Corona. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tengah kembali melaporkan lonjakan kasus pasien sembuh dari virus Corona atau Covid-19. Hari ini, Sabtu 28 Agustus 2021, ada tambahan harian pasien yang sudah pulih dari Corona sebanyak 817 orang.

Berdasarkan data Dinkes Sulteng yang tertera pada laman resmi dinkes.sultengprov.go.id, pukul 15.00 WITA, dengan tambahan tersebut, sehingga, total pasien yang hasil pemeriksaanya negatif kini mencapai 34.011 orang.

Adapun daerah yang memiliki kasus pasien sembuh dari Corona paling tinggi adalah Kabupaten Toli-Toli dengan 209 orang, disusul Banggai dengan 109 orang dan Kota Palu hari ini bertambah 101 orang.

Berikutya pasien sembuh tertinggi lainnya ada di Poso dengan 96 orang, di Sigi terdapat 78 pasien sembuh, Morowali Utara (Morut) 50 orang, Buol 42 orang, dan Morowali 24 orang.

Lalu di Tojo Una Una dilaporkan ada 16 pasien sembuh, Banggai Kepulauan (Bangkep) 10 orang serta Banggai Laut (Balut) terdapat dua pasien dinyatakan sembuh dari Corona

Pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 berrtambah 320 orang, sehingga total kasus positif Covid-19 di Sulteng kini berjumlah 41.783 orang.

Sumber: Pusdatina Covid-19 Sulteng.

Morut menjadi daerah dengan kasus tambahan tertinggi pasien positif Corona yakni 64 orang. Di bawahnya ada Parigi Moutong (Parimo) dengan tambahan 38 orang, serta Kota Palu bertambah 34 orang positif Corona.  

Sigi dan Tojo Una Una masing-masing melaporkan ada tambahan 29 orang terpapar Covid-19. Disusul berturut-turut Buol 25 orang dan Poso 24 orang.

Kemudian tambahan pasien baru positif Corona, ada di Bangkep 13 orang, Donggala 11 orang positif, Toli-Toli enam orang, serta Morowali dan Balut masing-masing melaporkan ada empat pasien baru Covid-19.

Kasus kematian diakibatkan terinfeksi Corona hari ini bertambah 15 orang, sehingga total warga Sulteng tutup usia akibat terjangkit Corona kini menjadi 1.319 orang.

Parimo dan Poso menyumbang masing-masing tiga pasien Covid-19 meninggal, Kota Palu, Toli-Toli dan Banggai, masing-masing terdapat dua pasien meninggal, serta Balut, Buol dan Morut, melaporkan masing-masing ada satu warganya meninggal akibat terpapar Corona.

Pasien aktif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan yang memilih isolasi mandiri di rumah, per hari ini Sabtu (28/8/20221) sebanyak 6.453 orang. Dari jumlah tersebut, yang menjalani perawatan Rumah Sakit dan Isolasi Terpusat sebanyak 733 orang, sedangkan Isolasi Mmandiri sebanyak 5.720 orang.

Prokes 5M

Prokes 5M. (Foto: Ist)

Upaya untuk mengalahkan penyebaran dan penularan Covid-19 di dunia tidak mudah. Namun, beragam upaya terus dilakukan para ahli dan penduduk global demi mengakhiri ancaman virus corona yang terus menyerang bertubi-tubi.

Di Indonesia, pemerintah membuat pendoman dan protokol kesehatan untuk menghadapi Covid-19 dan konsisten menjaga kesehatan imun dan iman. Di Sulteng, protokol kesehatan ini dikenal dengan sebutan 5M. Sudah tahu apa saja protokol kesehatan 5M untuk membantu pencegahan penularan virus corona?

1. Mencuci Tangan

Rutin mencuci tangan hingga bersih adalah salah satu protokol kesehatan yang cukup efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk hasil yang maksimal, cucilah tangan setidaknya selama 20 detik beberapa kali sehari, terutama saat; Sebelum memasak atau makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah menutup hidung saat batuk, atau bersin.

Untuk membunuh virus dan kuman-kuman lainnya, gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya dengan kadar 60 persen.

2. Memakai Masker

Pada awal pandemi Covid-19 tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penggunaan masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit, bukannya orang sehat. Namun, virus corona jenis SARS-CoV-2 benar-benar baru, sehingga protokol kesehatan bisa berubah-ubah seiring bergulirnya waktu.

Beberapa waktu selang kebijakan WHO di atas, WHO akhirnya mengeluarkan imbauan agar semua orang (baik yang sehat atau sakit) agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

3. Menjaga Jarak

Protokol kesehatan lainnya yang perlu dipatuhi adalah menjaga jarak. Protokol kesehatan ini dimuat dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam “Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.”

Di sana disebutkan, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. Bila tidak memungkinkan melakukan jaga jarak, maka dapat dilakukan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

4. Menjauhi Kerumunan

Selain tiga hal di atas, menjauhi kerumunan merupakan protokol kesehatan yang juga harus dilakukan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus Corona pun semakin tinggi.

Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus Corona.

5. Mengurangi Mobilitas

Virus Corona penyebab Covid-19 bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak dirimu menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus jahat ini. Oleh sebab itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.

Menurut Kemenkes, meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu dirimu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. Pasalnya, virus corona dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.

Selain itu diharapkan seluruh masyarakat ikut mendukung program vaksinasi dengan mengikuti vaksinasi yang ada. Vaksinasi berfungsi menciptakan imunitas tubuh sehingga mampu melawan infeksi virus penyebab Covid-19. Dengan imunitas yang terbentuk, maka seseorang tidak akan jatuh pada kesakitan yang parah, dan pada gilirannya menurunkan angka kematian. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas