dr Muslima L Gabi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • KPA Sulteng Catat Kematian Akibat AIDS 454 Kasus

Palu, Metrosulawesi.id – Hari ini, Rabu 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulteng mencatat estimasi jumlah penderita dengan HIV di Sulawesi Tengah pada 2020 mencapai 4.702 orang.

“Dari jumlah itu yang telah ditemukan 2.178 orang atau 40 persen lebih, belum mencapai 50 persen,” terang Sekretaris KPA Sulteng, dr Muslimah L Gadi, Selasa 30 November 2021.

Sampai 2020, kasus HIV terbanyak masih berada di Kota Palu, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Tercatat, kasus HIV yang ditemukan sebanyak 124 kasus, disusul Banggai 51 kasus, dan Tolitoli 36 kasus, serta Parigi Moutong 33 kasus. Kabupaten-kabupaten lainnya tercatat hanya belasan kasus.

KPA Sulteng juga mencatat jumlah kematian akibat AIDS sampai tahun 2020 sebanyak 454 kasus. Muslimah menyebut mereka yang terinfeksi paling banyak dalam usia produktif 20 sampai 49 tahun.

“Untuk kelompok jenis kelamin paling banyak laki-laki yang terkena HIV. Mungkin dampak ‘jajan’,” beber Muslimah.

Saat ini, terus diberikan pendampingan dan pengobatan kepada yang terinfeksi HIV/AIDS. Tujuannya untuk meningkatkan usia harapan hidup dan agar tetap produktif di tengah-tengah masyarakat.

Muslimah menyebut pemerintah melalui dinas terkait bersama KPA akan terus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait HIV/AIDS. Saat bersamaan, juga akan diimbau masyarakat agar memeriksakan diri, khusunya yang rentan terinfeksi.

Disebutkan, kelompok rentan terinfeksi HIV/AIDS yaitu lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT. Ini dibuktikan dari temuan kasus HIV dan AIDS didominasi kelompok LGBT.

Muslimah menambahkan dalam memperingati hari AIDS kali ini, pihaknya akan membagikan seribuan leaflet dan stiker di beberapa ruas jalan jalan di Kota Palu. Langkah ini dipilih menghidari mengumpulkan banyak orang karena masih dalam pandemi Covid-19. Selain itu, memasang spanduk di sejumlah titik dan talk show di salah satu radio yang berkantor di Palu.

“Kalau dulu sebelum pandemi kita laksanakan seminar karena bisa mengumpulkan orang,” tandas Muslimah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas