TPA - Suasana di TPA Kawatuna. (Foto: Dok)
  • Strategi Pemkot Raih Adipura 2023

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu visi misi Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid di masa kepemimpinannya adalah Palu bisa meraih Adipura pada 2023. Sejumlah program mewujudkan hal itu mulai digalakkan sejumlah OPD lingkup Pemerintah Kota Palu, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu.

“Pemerintah Kota Palu mengusulkan pembentukan Satgas Adipura kecamatan, jadi dibentuk di delapan kecamatan dengan jumlah 16 orang, berarti setiap kecamatan terdiri dari 2 orang,” ungkap Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Palu, Hisyam Baba melalui sambungan ponselnya, Selasa, 30 November 2021.

“Dibentuk lagi Satgas Adipura kelurahan, yang terdiri dari 46 kelurahan se-Kota Palu. Jadi keseluruhan jumlahnya ada 62 orang Satgas Adipura kecamatan dan kelurahan,” ungkapnya.

Tugas dari Satgas tersebut, kata Hisyam, adalah mengawasi adanya sampah-sampah liar, atau TPS liar, sampah yang dibuang di tanah-tanah kosong, rumah kosong, dan lapak-lapak yang sudah tidak sesuai peruntukkannya.

“Beberapa hal itulah yang akan mereka awasi. Jadi tim ini yang akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Mengingatkan kelurahan misalnya di titik a, b, c, ada tumpukan sampah liar, atau ada rumput liar, atau ada material yang berada di pinggir jalan yang diletakkan oleh warga yang membangun rumah atau tempat usaha,” jelasnya.

Kabid Hisyam mengaku bersyukur sejak dibentuknya Satgas Adipura kecamatan dan kelurahan 3 Oktober 2021, produktivitasnya sudah terlihat.

“Kita bisa lihat di jalan-jalan protokol sampah liar sudah tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu, kata Hisyam, pihaknya juga memaksimalkan sistem pengangkutan sampah, dimana armada truk sampah mulai melakukan pengangkutan jam 06.00.

“Jadi jam 06.00 armada-armada pengangkutan sampah ini sudah berada di jalan-jalan protokol. Dulu kan rata-rata nanti jam 08.00 mereka baru turun, nah sekarang sudah tidak boleh seperti itu. Habis subuh mereka tidak tidur lagi, langsung memanaskan mesin truk armada, jam 06.00 sudah ada di lokasi. Minimal jam 08.00 jalan-jalan protokol di Kota Palu sudah bersih dari sampah,” kata Hisyam.

“Di samping itu untuk mewujudkan Adipura ini, kami juga mengintensifkan komunikasi dengan para pelaku usaha, warung-warung, dan kantor kantor pemerintah maupun swasta  untuk menyediakan tong sampah yang dari tong bin itu, agar kelihatan indah. Jangan sampahnya ditumpuk atau diletakkan di sekitar tempat usaha, itu kan sangat mengganggu keindahan. Minimal harus dalam tong sampah dari tong bin itu, sehingga secara estetika akan kelihat indah dan rapi,” jelasnya lagi.

Hisyam mengungkapkan, tahun depan, mobil sampah akan diadakan di tiap kelurahan di Kota Palu.

“Jika ini sudah ada, maka mobil ini yang akan mengangkut sampah setiap hari, door to door. Jadi, tidak ada warga yang sampahnya tidak  diangkut, karena Pemerintah Kota Palu melalui DLH sudah menyediakan armadanya,” jelasnya.

“Jadi kami minta masyarakat tertib membuang sampah. Minimal dia sudah memilah sampah dari rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Sejumlah Indikator Sementara Dipenuhi

KABID Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Hisyam Baba mengungkapkan, masing-masing OPD di lingkup Pemkot Palu akan bersinergi untuk mewujudkan Palu Adipura 2023.

“Ada objek-objek yang akan masuk dalam penilaian Adipura, yakni 36 ruas jalan dan kantor pemerintah yang sudah ditunjuk. Contoh kantor pemerintah, Kantor Wali Kota Palu, Kantor Gubernur, DLH Sulteng, DLH Kota Palu, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Anutapura, dan Rumah Sakit Madani, Puskesmas Mabelopura kalau tidak salah, Pasar Inpres Manonda, Pasar Masomba, Bandara Sis Aljufri, Pelabuhan Taipa, Pelabuhan Pantoloan, Terminal Mamboro, Terminal Tipo, Perumahan Bumi Anggur, Perumahan Mutiara, Perumahan Bumi Nyiur, dan Perumahan di Ujuna,” ungkapnya. 

Hisyam mengaku memang ada beberapa indikator penilaian Adipura belum dipenuhi, diantaranya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah.

“TPA kalau standar Adipura itu harus sanitary land field , dimana sistem pembuangan limbahnya ramah lingkungan. Sekitar 50 persen penilaian Adipura untuk TPA ini. Alhamdulillah Wali Kota Palu akan menggelontorkan dana Rp11 miliar untuk membangun TPS ini,” jelasnya.

Kemudian, kata Hisyam, keberadaan Bank Sampah yang belum maksimal di Kota Palu. “Bank Sampah ini juga masuk dalam penilaian Adipura. Nah, Bank Sampah ini sarananya sudah ada, tinggal mekanisme kerjanya atau sistem pengelolaan sampahnya yang harus dimaksimalkan,” jelasnya.

Lanjutnya, indikator berikutnya adalah harus adanya Dokumen Kebijakan Strategi Daerah tentang Pengolaan Sampah sampai 2025.

“Alhamdulillah dokumen ini telah kami selesaikan bersama dengan Bappeda beberapa waktu lalu, dan sekarang sudah dikirim ke Jakarta. Ini indikator ketiga yang harus dipenuhi dalam Adipura. Jika dokumen ini tidak ada, jangan harap kita bisa dapat Adipura,” ungkapnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas