FOTO BERSAMA - Anggota DPR RI, Ahmad Ali, foto bersama usai menyerahkan hadiah secara simbolis kepada pemenang salah satu ketegori ajang KTPTB ke III tingkat nasional yang dilaksanakan Mapala Galara FEB Untad di Palu, Kamis 25 November malam. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota DPR RI, H Ahmad Ali, berjanji akan mendukung kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di Universitas Tadulako (Untad), khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Saya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan kemahasiswaan fakultas ekonomi, dan Universitas Tadulako pada umumnya,” ucap Ali saat menghadiri penutupan Kejuaran Terbuka Panjat Tebing Buatan (KTPTB) ke III tingkat nasional yang dilaksanakan Mapala Galara FEB Untad di Palu, Kamis 25 November malam.

Anggota DPR Dapil Sulteng itu juga mengatakan siap menjadi donatur tetap Mapala Galara FEB Untad. Dengan harapan bisa lahir atlet panjat tebing beprestasi tingkat nasional hingga internasional.

“Tapi tentunya seberapa besar donatur yang kita berikan itu berbanding lurus dengan prestasi yang akan dikontribusikan Galara sendiri,” ujar Ali.

Ali ingin mahasiswa FEB percaya diri agar bisa menjadi ‘besar’ dalam berbagai bidang meskipun dari daerah. Hal ini sudah dibuktikan yang kini menjadi salah satu ikon politik nasional yang lahir dan besar di Sulteng.

“Kalau kemudian hari ini saya bisa seperti sekarang, tentunya tidak bisa lepas dari yang dilakukan fakultas ini. Semua adik-adik punya kesempatan untuk menjadi seperti saya, baik itu dalam jalur politik maupun jalur lain,” tuturnya.

“Kenapa saya mengatakan ini, karena saya teringat tahun 87, kemudian berproses di sini (FEB Untad), saya bukan siapa-siapa, saya juga bukan masyarakat kelas satu di Sulawesi Tengah dan fakultas ini, hanya putera yang terlahir di salah satu desa terpencil di Sulteng,” tambah Ali.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini menyebut masa lalu tidak akan pernah menentukan masa depan. Hal ini sudah dibuktikan dengan keluar dari jebakan masa lalu dengan tampil menjadi salah satu tokoh nasional dari Sulteng.

“Yang terpenting, setiap kali melakukan tindakan, kamu harus tahu apa yang kamu lakukan. Karena dengan seperti itu maka dengan risiko apapun kamu harus hadapi dari setiap tindakan yang kamu lalukan. Dengan begitu, kita bisa bangkit kembali dan jangan terjebak dengan masa lalu kita,” tandas Ali.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas