VAKSINASI PELAJAR - Sejumlah Pelajar Sekolah Menengan Pertama (SMP) di Kota Palu, yang sudah berumur diatas 17 tahun, mengikuti program Vaksinasi untuk Pelajar di Makodim 1306/Donggala, beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Upaya Pemkab di Sulteng Meningkatkan Sebaran Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi Covid di Sulawesi Tengah (Sulteng) terus digenjot. Para kepala daerah seakan berlomba untuk mencapai target. Mulai dari mengoptimalkan sosialisasi ke masyarakat hingga mematok target puskesmas. Seperti apa? Berikut laporannya.

DATA dari Dinas Kesehatan Sulteng menyebutkan, capaian vaksinasi Covid-19 di Sulteng hingga 10 November 2021 lalu baru mencapai 45,5 persen atau sekitar 928.790. Sulteng terus menggenjot agar capaian target 70 persen bisa mencapai atau sebanyak 2.135.907 jiwa yang harus divaksin.

Salah satu upaya Pemprov Sulteng untuk menggenjot vaksinasi itu adalah dengan memanfaatkan setiap momen. Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 baru-baru ini misalnya, Dinas Kesehatan Sulteng menginstruksikan dinas terkait di setiap kabupaten kota untuk terus gencar melaksanakan vaksinasi Covid.

“Kalau melihat ini (capaian yang baru 45 persen) kita harus bekerja keras ya paling tidak percepatannya itu, untuk mencapai 60 persen ini paling tidak 26.000 kita harus genjot perhari,” kata Sujendra.

Meski capaian baru 45 persen, namun Sujendra mengaku optimistis bisa mencapai target 70 persen. Ini karena program vaksinasi tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga, tetapi juga didukung dari berbagai pihak seperti: TNI, Polri, dan pihak swasta.

Sujendra mengatakan, kurangnya kesadaran dan masih adanya ketakutan di antara masyarakat masih menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi. Terutama para lansia yang ada di kabupaten. Padahal capaian vaksinasi lansia masih sangat rendah. Capaian vaksinasi untuk kelompok lansia sebanyak 23,93 persen untuk dosis pertama dan 13,04 persen untuk dosis kedua.

Untuk itu lanjut Sujendra, petugas kesehatan di tiap kabupaten baik dari rumah sakit, Puskesmas, hingga vaksinator diharapkan harus lebih berinovasi dalam melakukan vaksinasi terhadap kelompok lansia tersebut.

Terkait dengan masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya vaksin Covid, Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan warganya akan pentingnya vaksinasi. Delis mengingatkan bahwa mereka yang tidak divaksin Covid akan rentan tertular Covid.

Kepada masyarakatnya, Delis menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak gampang terpapar Covid.

“Tidak ada dampak negatif vaksin Covid-19. Vaksin tersebut untuk menjaga kekebalan tubuh dari paparan Covid-19. Ibaratnya vaksin itu seperti rompi anti peluru. Peluru tidak akan menembus badan kita yang dilindungi rompi anti peluru. Begitu juga badan yang telah divaksin,” katanya dalam sebuat kegiatan vaksinasi di Morut.

“Vaksin Covid-19 itu sudah melalui pengujian di laboratorium oleh para ahli. Secara logika tidak mungkin digunakan jika tidak ada manfaatnya, apalagi kalau malah hanya memberikan dampak negatif bagi orang yang divaksin,” tambahnya.

Dia juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya apalagi sampai terpengaruh dengan informasi hoaks mengenai vaksin Covid-19 yang bertujuan agar masyarakat enggan divaksin.

Di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk menggenjot capaian vaksinasi dilakukan dengan memberi target ke puskesmas. Setiap puskesmas harus bisa menyuntikkan vaksin Covid minimal sebanyak 100 orang setiap hari.

“Dua pekan ke depan akan kami evaluasi presentasi capaian. Evaluasi ini penting untuk melihat tingkat keberhasilan, termasuk kendala dihadapi tim di lapangan,” kata Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai.

Hingga 15 November 2021, capaian vaksinasi di Kabupaten Parimo baru menyentuh 32,85 persen dari 323.117 warga di Parimo yang menjadi sasaran vaksinasi.

Pemkab Parimo menargetkan dalam dua pekan ini cakupan vaksinasi Covid harus meningkat sebanyak 10 persen. Untuk mencapai target itu, maka Puskesmas atau faskes lainnya ditarget minimal memberikan vaksin kepada 100 orang.

Badrun mengatakan, keterbatasan petugas vaksinator dan kondisi wilayah menjadi kendala pelaksanaan vaksinasi. Pihaknya kesulitan menjangkau daerah-daerah terpencil di pedelaman.

“Meski begitu kami tetap berupaya menjangkau warga di wilayah-wilayah terpencil dalam rangka memberikan pelayanan yang merata kepada warga,” kata Badrun.

Selain Kabupaten Morut dan Parimo, Pemkab Buol juga terus gencar melakukan vaksinasi. Sasarannya seluruh elemen dan komponen, baik pemerintah, guru, tenaga medis dan masyarakat.

Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Buol terhitung cukup tinggi dibandingkan beberapa kabupaten di Sulteng. Hingga saat ini vaksinasi di kabupaten paling utara Sulteng telah mencapai 58 persen. Buol berada di urutan ke tiga realisasi vaksinasi tergolong tinggi, setelah Kota Palu dan Kabupaten Morowali.

Meskipun realisasi vaksinasi Covid terhitung tinggi, namun pemerintah setempat tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Meskipun demikian protokol kesehatan tetap diterapkan dan menggencarkan kegiatan vaksin hingga mencakup target yang ditetapkan,” ujar Bupati Buol, Amirudin Rauf.

Amirudin mengatakan, pengendalian Covid di daerahnya tetap mengacu pada aturan pemerintah pusat. Aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, diterjemahkan dalam aturan daerah yang memuat tentang langkah yang harus dilakukan dalam penanganan Covid-19, sesuai dengan kondisi dan situasi di daerah.

Seperti diketahui, Gubernur H Rusdy terus mengingatkan bupati dan wali kota untuk terus fokus pada percepatan vaksinasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Meski kasus sudah semakin berkurang, kita harus tetap fokus pada vaksinasi Covid-19,” kata gubernur kepada wartawan di Palu, Kamis 11 November 2021 lalu.

Menurut dia, kasus Covid-19 beberapa daerah di Sulteng sebenarnya semakin menurun tetapi tidak diseimbangkan dengan sebaran vaksin kepada masyarakat.

“Makanya saya minta bupati dan wali kota fokus,” katanya.

Selain percepatan vaksinasi, Gubernur Sulteng juga mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 terus menyosialisasikan vaksin Covid-19 dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan kegiatan yang mengundang kerumunan.

“Jangan lengah, meskipun kasus semakin menurun, tetap harus menjaga protokol kesehatan dan masyarakat mau divaksin,” terangnya.

Rusdy mengapresiasi pemerintah kabupaten dan kota yang terus berupaya mendukung dan bekerja untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan mempercepat vaksinasi.

“Saya harap vaksinasi ini sampai ke daerah-daerah terpencil juga,” kata Rusdy.

Rusdy berharap warga yang belum divaksin segera datang ke gerai vaksin yang telah disediakan.

“Mari dukung pemerintah dan mau divaksin untuk kesehatan kita dan keluarga kita,” ucap Rusdy. (udin salim)

Ayo tulis komentar cerdas