Toko Sahabat Sepeda Palu yang berada tepat di Jalan Pue Bongo, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama masa pandemi covid 19 sampai dengan adanya peraturan PPKM membuat penjualan sepeda di Kota Palu semakin tergerus atau anjlok hampir 70 persen.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Pemilik Toko Sahabat Sepeda Palu, Anca usai ditemui Metrosulawesi di tokonya tepatnya di Jalan Pue Bongo, Kecamatan Tatanga, Kamis (14/10/2021).

Meskipun level PPKM diturunkan, Anca mengungkapkan hingga sampai dengan saat ini pembelian dari masyarakat atau pelanggan belum juga berpengaruh terhadap omset pendapatan.

“Sekarang sudah tidak menentu hasil penjualan sepeda. Kadang dalam sehari hanya satu unit yang laku terjual, ini karena dampak ekonomi sehingga pengaruhnya besar sekali,” ungkapnya.

Sementara untuk harga dan model sepeda yang dijualnya juga cukup beragam. Di mana kisaran termurah diangka sekitar Rp250 ribu dan yang paling tertinggi harganya mencapai Rp4,5 jutaan.

“Sebelum corona penghasilan yang saya dapat bisa dipastikan satu hari sampai Rp3-Rp4 jutaan. Kalau sekarang kebanyakan alat sepeda saja yang laku terjual,” ujarnya.

Selain melakukan pemasaran secara offline, dirinya juga memanfaatkan berbagai kanal melalui media sosial online. Hal itu, lanjut dia, dilakukan sebagai upaya meningkatkan penjualan.

“Jika dilihat presentasi jual online dan offline saat ini berjumlah 50-50 persen. Sedangkan khusus harga alat sepeda juga bervariasi dari Rp5 ribu sampai Rp100 ribu,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas