Acara peluncuran Aplikasi e-lusi SMK oleh Plt Kadis Dikbud Sulteng Vidiawaty Abdullah,  dihadiri Kabid Pembinaan SMK Hj Hatijah Yahya, Kepala Seksi Pembinaan Peserta Didik SMK Uriani Hasan, Senin (29/11). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Mencari lulusan SMK di Sulteng kini lebih mudah. Ada model pencarian berbasis aplikasi yang diberi nama e-lusi SMK. Aplikasi itu resmi diluncurkan Senin lalu (29/11) di Hotel Jazz Palu.

Sebelumnya pada tanggal 18 Desember 2021 aplikasi e-lusi SMK disosialisasikan dan diuji coba kepada seluruh wakil kepala sekolah SMK se Sulteng. Aplikasi tersebut merupakan proyek perubahan Uriani Hasan sebagai peserta Pelatihan Kempemipinan Pengawas (PKP) Angkatan V yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulteng. PKP sebelumnya dikenal dengan Diklatpim IV.

Peresmian aplikasi e-lusi SMK dirangkaikan dengan rencana aksi perubahan PKP-V Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulteng. Selain secara luring acara itu juga digelar secara virtual dengan menhadirkan narasumber Suryadi, Direktur MITRAS, Kemendikbudristek dan pejabat lainnya. 

Peresmian secara luring dihadiri Plt Kadis Dikbud Sulteng Vidiawaty Abdullah,  Kabid Pembinaan SMK Hj Hatijah Yahya, Kepala Seksi Pembinaan Peserta Didik SMK Uriani Hasan, dan pejabat BPSDM Sulteng. Acara ini juga dihadiri wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dari 90 SMK di Sulteng.(ril)

Plt Kadis Dikbud Sulteng Vidiawaty Abdullah mengatakan sangat mendukung aplikasi e-lusi SMK yang merupakan proyek proyek perubahan dari Uriani Hasamln. Dia berharap aplikasi itu dapat memenuhi kebutuhan informasi tentang lulusan SMK di Sulteng. 

Dia juga berharap aplikasi itu dapat mendukung pembangunan pendidikan di Sulteng. Khususnya dalam penyediaan tenaga terampil dari lulusan SMK.

Di tempat yang sama, Kabid Pembinaan SMK Hatijah Yahya mengatakan, aplikasi e-lusi SMK dapat membantu kerja pemerintah dalam menelusuri lulusan SMK di Sulteng.

“Dengan fitur-fitur yang ada e-lusi SMK dapat menjadi pembanding data BPS yang menyebutkan bahwa SMK banyak menyumbang pengangguran di Indonesia. Sebab lulusan SMK yang berwirausaha juga sebenarnya bukanlah pengangguran,” katanya.

Dalam acara virtual pejabat di Direktorat Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek memaparkan tentang survei tracer study SMK yang juga berbasis aplikasi. Survei tersebut bertujuan antara lain untuk mendapatkan data penyerapan lulusan SMK di dunia kerja. 

Sebelumnya Kepala Seksi Pembinaan Peserta Didik SMK Uriani Hasan mengatakan, selama ini siswa SMK setelah lulus dilepas begitu saja. Tidak diketahui kabar mereka setelah lulus. Apakah menganggur, sudah bekerja, lanjut ke perguruan tinggi, sudah menikah, atau sudah meninggal.

Aplis e-lusi SMK memuat informasi data lulusan SMK se Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga akan memuat fitur tentang kondisi lulusan SMK, misalnya apakah sudah bekerja atau belum, atau melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, dan lain-lainnya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas