Ichsan Hamzah. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menggencarkan efektivitas pelayanan informasi kepada warga palu lewat pemanfaatan internet.

Program yang kini sedang disoroti masyarakat itu bernama laporwalikota.palukota.go.id. Platform  laman berbasis internet diadakan guna mewadahi segala keluhan dan saran warga dalam menilai  perkembangan Kota Palu.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Palu, Ichsan Hamzah menuturkan, laporwalikota.palukota.go.id dijadikan kolom segala laporan warga yang kemudian diteruskan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Palu sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari akar laporan tersebut.

“Platform (peron) tersebut lebih dulu dilihat dan dibaca duluan oleh Bapak Wali Kota Hadi (Hadianto Rasyid) yang belakangan ini beliau tanggapi langsung secara live streaming di akun sosial medianya seperti Instagram dan Facebook. Setelah membaca dan menanggapi beliau langsung mengarahkan OPD sesuai tugas dan bidangnya yang mengacu dari laporan yang berwarna-warni itu,” jelas Kadis Ichsan kepada Jurnalis Metrosulawesi di ruang kerjanya, Jalan Wahid Hasyim Palu, Rabu, 1 Desember 2021.

Peron dunia maya diyakini Ichsan berdampak efektif bagi warga yang notabene ingin segera ditanggapi saran dan keluhannya ihwal dinamika Kota Palu.

Namun dia menekankan, laporwalikota.palukota.go.id tidak semata-mata mengesampingkan kolom pengaduan yang sejak dulu ada di masing-masing OPD.

“(Program) kami ini justru mempermudah kontak darurat atau pengaduan di setiap OPD. Contoh Dinas Damkar yang dari dulu punya telepon darurat tetap itu berfungsi sampai sekarang. Tidak berarti menghilangkan kontak atau kolom pengaduan mereka,” katanya.

Program ini hanya ditujukan mengakomodasi laporan masyarakat dan meneruskan ke OPD yang skala cakupannya lebih luas dan umum.

Namun Ichsan belum bisa memastikan rincian laporan masuk dalam sebulan di laman itu. Tetapi dia memperkirakan dalam sehari saja acap kali laporan yang masuk sekitar sepuluh laporan, atau dalam satu bulan mencapai ratusan laporan.

“Program ini akan terus berlanjut sampai kapan pun. Meskipun memang tidak bisa langsung ditangani sekaligus, karena alasan berbagai keterbatasan tentunya. Tetapi paling tidak bisa disimpulkan mana laporan yang darurat atau prioritas mana laporan di luar status genting,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas