Joko Pranowo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Enam Kabupaten Pakai UMP Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Joko Pranowo, mengungkapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 telah ditetapkan.

Dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, ada enam kabupaten yang harus mengikuti nominal Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulteng tahun 2022 sebesar Rp2.390.739 per bulan. Enam kabupaten tersebut yakni Sigi, Donggala, Tolitoli, Tojo Unauna (Touna), Banggai Kepulauan dan Banggai Laut (Balut).

“Hanya tujuh kabupaten/kota bisa menggunakan UMK yang ditetapkan karena lebih tinggi dari UMP berdasarkan PP 36 Tahun 2021,” ungkap Joko kepada Metrosulawesi, Kamis 2 Desember 2021.

Adapun tujuh kabupaten/kota dimaksud yakni: Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Buol, Banggai, Morowali, dan Morowali Utara. Joko menjelaskan dari enam kabupaten yang harus memakai UMP, tiga di antaranya: Sigi, Balut, dan Touna karena belum memiliki bisa menetapkan UMK. Ini karena pertumbuhan ekonomi tiga kabupaten itu tidak lebih tinggi dari provinsi tiga tahun berturut-turut.

“Susah mereka menetapkan UMK karena syaratnya pertumbuhan ekonomi tiga tahun berturut-turut harus lebih tinggi dari provinsi,” jelas Joko.

Sementara tiga kabupaten lainnya yang mengikuti UMP yaitu: Donggala, Tolitoli, dan Banggai Kepulauan. Tiga kabupaten ini menetapkan UMK 2022 di bawah nominal UMP Sulteng.

“Sesuai PP 36, harus menggunakan UMP karena rendah nilai UMK yang ditetapkan,” ujar Joko.

Joko merincikan UMK 2021 yang telah ditetapkan untuk Kota Palu sebesar Rp2.848.203, Parimo Rp2.509.905, Poso Rp2.586.036, Buol Rp2.600.576, Banggai Rp2.391.955, Morowali Rp2.962.492, dan Morowali Utara (Morut) Rp3.116.828.

Morowali Utara kembali menjadi kabupaten tertinggi kenaikan UMK di Sulteng setidaknya dalam dua tahun terakhir. Diketahui, Gubernur H Rusdi Mastura, telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulteng Tahun 2022 sebesar Rp2.390.739 per bulan pada Jumat 19 November 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas