DIKEJAR WAKTU - Seorang pekerja membongkar gapura Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Rabu, 5 Januari 2022, serta nampak belakang progres pembangunan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, yang masih terus digenjot pembangunannya. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Adendum Rehabilitasi Berakhir di Januari 2022

Palu, Metrosulawesi.id – Pengerjaan proyek pembangunan gedung kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng dikebut. Pasalnya, sisa waktu pengerjaanya tidak sampai sebulan lagi.

Kantor yang terletak di Jalan Samratulangi Palu itu dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Pengerjaan proyek ini sudah mengalami adendum. Waktu pengerjaannya yang mestinya telah berakhir Oktober lalu, namun ditambah hingga Januari 2022 ini.

“Kapan targetnya, kita tidak tahu pasti. Tapi kayaknya sedikit lagi, sudah selesai,” ujar salah satu pekerja, dengan logat jawanya yang ditemui Metro Sulawesi, Senin, 10 Januari 2022.

Pekerjaan rehabilitasi kantor Kejati Sulteng itu ditargetkan selesai di bulan Januari ini, itupun setelah pekerjaan tersebut dilakukan adendum berupa penambahan jadwal waktu pekerjaan sebagaimana kesepakatan antara instansi pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan, rekanan dan pemakai.

Hal ini juga sebagaimana pernah disampaikan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng, Sahabudin SE, MT, saat dikonfirmasi Selasa, 4 Januari 2022 medio pekan kemarin.

“Ya ada adendum, penambahan waktu pekerjaan, itu juga karena permintaan pihak pemakai (Pihak Kejati Red). Targetnya selesai di Januari 2022 ini,” jawabnya singkat.

Artinya, kurang lebih 20 hari lagi kedepan pekerjaan itu sudah benar-benar rampung dan dapat ditempati. Pekerjaan proyek itu ditargetkan harus selesai di bulan Januari ini, juga pernah diutarakan Direktur Prasarana Strategis Direktorat Kementrian PUPR, Ir.Iwan Suprijanto MT, pada November 2021 lalu.

Saat itu tepat menerima kunjungan Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeolhy, SH, MH, yang datang untuk memastikan progres pekerjaan kantor Kejati Sulteng. Di saat itu Ir.Iwan Suprijanto MT mengutarakan harapannya kalau proyek rehabilitasi kantor kejati Sulteng bisa diresmikan di Januari 2022. Bahkan harapannya tepat ditanggal 20 Januari 2022, kantor itu diresmikan.

“Ada harapan kita di tanggal 20 Januari 2022, bisa diresmikan, tadi saya targetkan atas progres saat ini kemungkinan besar di akhir tahun, Insya allah mencapai 96,7% dan dalam waktu 2 minggu termasuk komisioning akan bisa kita tuntaskan,” katanya.

Saat itu, Kajati Sulteng turut mendengarkan paparan persentase progres pekerjaan yang disampaikan pihak PT Waskita Karya. Persentase pekerjaannya rehabilitasi itu berdasarkan data Update 12 November 2021 yakni mencapai 62,217 persen.

Itu meliputi Pekerjaan struktural Ski 11,26% (saat ini pekerjaan struktur sudah dilantai 7 (topp floor) capaian 99,87%. Pekerjaan struktural SKa 11,50% ( saat ini pekerjaan sudah dilantai 7, capaian 99,75%. Pekerjaan struktural ST, 12,03% ( saat ini pekerjaaan sudah dilantai 7, capaian 96,93%. Perkerjaan Arsitektural, 9,57%( saat ini pekerjaan pasangan dinding sudah dilantai 6 capaian 31,69%. Pekerjaan mekanikal, 7,99% ( saat ini pekerjaan mekanikal sudah dilantai 5 capaian 62,37%. (6) Pekerjaan Elektrikal, 5,10%, (saat ini pekerjaan instalasi elektrikal sudah dilantai 5 capaian 62,37%. (7) Pekerjaan pos jaga, tiang bendera, jalan landscape dan pagar, 0,13%. ( saat ini yang dikerjakan sisi kanan capaian 2.91%.

Tentu sejak saat itu, progres persentasi pekerjaannya semakin bertambah. Berdasarkan amatan Metro Sulawesi, masih ada beberapa pekerjaan pada bagian gedung kantor Kejati Sulteng yang masih dalam progres pekerjaan, baik di bagian depan, maupun belakang, seperti perkerjaan arsitektural (Pekerjaan Pasangan dinding), dan beberapa pekerjaan lain termasuk pekerjaan pintu gerbang, pos penjagaan dan pagar. Alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan pun juga masih banyak menempel di bagian gedung kantor kejati.

Terhadap hal itu, Yefta salah satu masyarakat di sekitar lingkungan proyek Kejati Sulteng saat dimintai tanggapannya, mengungkapkan harapan agar pekerjaan yang menelan anggaran ratusan miliar itu, bisa segera selesai dan ditempati.

“Ya, kalau pekerjaan itu punya target, ya harus diselesaikan sesuai target itu. Apalagi ini gedung kejati tempat para penegak hukum,” harapnya.

Data Metrosulawesi diketahui, proyek rehabilitasi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah akan memakan waktu selama 12 bulan dengan nilai pembangunan sesuai penawaran PT Waskita Karya (Persero) sebagai pemenang lelang sebesar Rp. 107.119.311.000,- dari pagu anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp. 148.290.000.000,-. Dengan luas bangunan 12.468 m² dan berlantai 6, bangunan ini sudah dirancang untuk tahan gempa dan memenuhi kaidah bangunan hujau (Green Building), serta dalam manajemen pelaksanaannya akan menggunakan Building Information Modeling.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas