Ilustrasi. (Foto: Ist/ google.co.id)
  • Terbukti Lakukan TPPU, Harta Bendanya Dirampas untuk Negara

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa Amirsan Syarifuddin, divonis pidana selama 5 tahun dan 6 bulan penjara atau setara dengan 5,5 tahun penjara, dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin, 15 November 2021.

Amirsan Syarifuddin, merupakan  terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kejahatan itu dilakukannya sejak Mei 2011 hingga Januari 2021. Sidang putusan terdakwa dipimpin ketua Majelis Hakim Zaufi Amri SH, didampingi dua hakim anggota  Panji Prahistoriawan Prsetya danAnthonie Spilkam Mona, dihadiri JPU Desianty, serta penasehat hukum terdakwa, Yuyun Cs.

Dalam amar putusan yang dibacakan, perbuatan terdakwa yang dinyatakan terbukti bersalah, selain divonis pidana penjara 5 tahun 6 bulan, juga dihukum untuk membayar denda Rp3 miliar, subsider bulan tahun kurungan.

Vonis hakim, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelumnya terdakwa dituntut , menuntut terdakwa 8 tahun penjara, membayar denda Rp3 miliar, subsider 2 bulan kurungan.

“Menyatakan Terdakwa Amirsan Syarifuddin Alias San Bin Syarifuddin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pencucian Uang” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Undang-undang RI No 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Dakwaan Kesatu) jaksa penuntut umum,” ujar ketua majelis hakim membacakan amar putusan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menetapkan barang bukti berupa, aset benda bergerak diantaranya, enam unit kendaraan roda empat dan aset benda tidak bergerak, enam lokasi tanah dan bangunan. Uang tunai sebesar Rp. 76 juta tersimpan di rekening 7795541985 dan uang tunai sebesar Rp11.4 juta tersimpan di rekening 7920569336 dirampas untuk negara.

Putusan itu telah berdasarkan pertimbangan majelis hakim.

“Keadaan memberatkan perbuatan terdakwa merusak integritas pasar keuangan dan ketidakstabilan ekonomi,” kata Zaufi.

Usai membacakan putusannya, Zaufi Amri memberikan kesempatan 7 hari sesudah putusan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum lain.

”Dalam hal penuntutan majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU, tapi dalam hal barang bukti majelis hakim sependapat barang bukti dirampas untuk negara,” pungkasnya sambil mengetuk palu menutup sidang.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas