BEKAS BANJIR - Petani di Desa Bangga membajak lokasi bekas banjir bandang lebih dari dua tahun silam. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)
  • Pertanian Sumbang 2,12 Persen

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, ekonomi daerah pada triwulan III mengalami pertumbuhan signifikan secara year on year atau dari tahun ke tahun.

Kontraksi pertumbuhan mencapai 10,21 persen. Sektor pertanian yang notabenenya merupakan sektor yang paling banyak digeluti masyarakat hanya menyumbang sangat sedikit dari pertumbuhan tersebut 2,12 persen.

Bahkan, angka yang hanya 2,12 persen itu dikumulatifkan lagi dengan sektor lain seperti kehutanan dan perikanan sangat jauh jika membandingkan dengan sektor konstruksi dan insdustri pengolahan yang masing-masing memberikan sumbangsih begitu tinggi yakni 20,63 persen dan 19,23 persen.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, perikanan 2,12 persen.  Sementara penggalian sebesar 8,92 persen,” kata Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulteng,  Rukhedi, belum lama ini.

Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian yang memiliki peran cukup besar juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 2,12 persen dan 8,92 persen. Sedangkan, ia mengungkapkan bahwa untuk ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan III-2021 dibanding triwulan II-2021 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 2,03 persen.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas