Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Desember, Disdikbud-Dinkes Sulteng Evaluasi PTMT

Palu, Metrosulawesi.id – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sejumlah SMA, SMK dan SLB di Provinsi Sulawesi Tengah telah berlangsung sejak Oktober 2021. PTMT itu masih tetap berjalan seperti umumnya, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, sesuai aturan yang diberlakukan. Namun PTMT itu akan dievaluasi dengan pengambilan sampel rapid antigen di Desember mendatang.

Demikian dikatakan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana, saat ditemui Metro Sulawesi di ruang kerjanya, Kamis, 11 November 2021.

“Kemudian sampai dengan hari ini (kemarin) saya belum pernah mendapat informasi dari Kepala Cabang Dinas, maupun kepala sekolah ada siswa maupun gurunya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kami justru mendapat informasi orang tua murid begitu antusias menyambut dibukanya PTMT di sekolah, bahkan orang tua berharap tatap muka di sekolah bisa berjalan seterusnya,” jelasnya.

Yudiawati juga mengaku, sesuai hasil pantauan dirinya sendiri, ternyata sekolah sudah menjalankan prokes dengan baik. Walaupun masih ada siswa berkerumun dan tidak menggunakan masker, tetapi itu adanya hanya di sekolah yang sangat sedikit siswanya dibanding sekolah lainya di perkotaan.

“Terkait dengan evaluasi PTMT yang kami lakukan, pertama kami saat ini sedang mendorong pada semua guru dan siswa untuk divaksin. Olehnya itu belum lama ini saya mengeluarkan surat edaran terbaru tetang vaksinasi, karena hal ini adalah bagian dari instruksi BPKP pada saat melakukan pemeriksanaan Dinkes Sulteng, terkait dengan percepatan vaksinasi,” ujarnya.

Kata Yudiawati, hingga saat ini jumlah guru yang sudah divaksin kurang lebih 46 persen, tetapi jumlah siswa SMA/SMK dan SLB yang berada di bawah kewenangan provinsi, baru berkisar 20 persen, ini data bulan lalu.

“Kami memang sedikit sulit mendapatkan data vaksinasi di sekolah, sebab data yang ada di Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota mencakup pelayanan publik, tidak secara detail mengkelompokan tenaga pendidik dan kependidikan atau perserta didik. Tetapi kami mendapatkan data dari masing-masing kepala cabang dinas di kabupaten/kota yang dikirimkan oleh para kepala sekolah,” katanya.

Yang jelas kata Yudiawati, di awal Desember mendatang Disdikbud bersama Dinkes Sulteng akan melakukan evaluasi PTMT, apakah memang betul-betul sudah sesuai dengan prokes atau tidak. Sehingga nanti diambil beberapa sampel rapid antigen dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa.

“Apabila ada yang positif, maka sekolah harus menutup total aktivitasnya selama tiga hingga lima hari, kemudian akan dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang kontak erat dengan yang positif, selanjutnya sekolah juga melakukan penyemprotan disinfektan, setelah itu baru bisa dibuka kembali aktivitas di sekolah tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas