Plh Kepala Lapas Kelas III Parigi, Idris P. Paserang. (Foto: Ist)

Parimo, Metrosulawesi.id Sedikitnya 20 warga binaan (Wabin) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dinyatakan positif narkoba.

Terbukti positif norkoba para wabin Lapas Parigi ini, setelah dilakukan tes urine terhadap 90 wabin, baru-baru ini.

“Iya benar,  setelah kami melakukan tes urine kepada 90 wabin, 20 diantaranya dinyatakan positif narkoba,” terang Idris P. Paserang selaku Plh Kepala Lapas Kelas III Parigi, pada sejumlah wartawan di Parigi, Rabu (17/11/2021).

Diungkapkan Paserang,  pelaksanaan kegiatan tes urine itu merupakan Inspeksi mendadak (Sidak) yang pihaknya lakukan secara rutin. Selain itu, juga merupakan program Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, khusus rumah tahanan maupun Lapas.

Dia juga mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah memisahkan puluhan tahanan itu, ke blok khusus sebagai bagian dari karantina, dimana masing-masing 10 orang menempati dua kamar.

Dan rencananya Wabin yang terlibat penggunaan narkoba di dalam Lapas Kelas III Parigi itu akan dipindahkan ke sejumlah Lapas yang ada di Sulawesi Tengah, guna menghindari interaksi.

“Sehingga mulai saat ini, kami sudah mengingatkan pembesuk, agar tidak membawa barang titipan dari orang yang tidak dikenal atau barang yang dilarang berupa telepon genggam. Jika keluarga maupun kerabat tetap nekat, kami akan mengambil langkah tegas bekerja sama dengan Kepolisian,” tegas Idris.

Lebih jauh, Paserang menuturkan, saat ini lapas Kelas III Parigi mengalami over kapasitas dengan jumlah penghuni sekitar 200 lebih tahanan. Sedangkan alat tes urine yang dikirim dari Kemenkumham hanya 190 buah, sehingga, otoritas setempat hanya melakukan uji sampel terhadap puluhan Wabin saja.

“Kami terus melakukan upaya pembenahan, hal ini kami lakukan untuk memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba. Karena kami tidak ingin Lapas Kelas III Parigi menjadi tempat peredaran masif barang terlarang itu,” tutupnya. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas