TES URINE - Tim Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng saat pengumpulan tes urine warga binaan atau napi, Selasa 9 November 2021. (Foto: Istimewa)
  • Kanwil Kemenkumham Dalami Dugaan Keterlibatan Petugas

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asani Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulteng melalui Divisi Pemasyarakatan melaksanakan tes urine bagi warga binaan atau napi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Selasa 9 November 2021.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, menerangkan ada 100 napi yang mengikuti tes urine. Masing-masing 50 napi di Rutan Palu, dan sisanya 50 di Lapas Palu. Hasil tes urine, ada 14 napi dinyatakan positif narkoba dengan rincian 13 di Lapas Palu, dan satu orang di Rutan Palu.

“Kita akan melakukan pembinaan khusus dengan memindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Tolitoli,” terang Sunar, Rabu 10 November 2021.

Kanwil Kemenkumham Sulteng memilih Lapas Tolitoli karena sudah bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sehingga diharapkan napi yang dipindahkan bisa terbebas dari godaan barang haram tersebut.

Sunar menyebut belasan warga binaan dengan hasil tes urine positif sebagian besar merupakan napi kasus narkoba. Diakui upaya membersihkan peredaran narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan berbanding lurus dengan berbagai cara oknum memasukkan ke lembaga pemasyarakatan.

“Arus barang (narkoba) masuk memang terlalu kencang sehingga tetap saja merembes di mana-mana. Waspada sudah kita lakukan, kita telusuri juga sudah, tapi tetap saja ada kecolongan. Tapi kami akan lebih serius lagi,” ucap Sunar.

Sunar mengatakan pihaknya juga tengah mendalami keterlibatan oknum petugas di Lapas dan Rutan. Jika terbukti, Kanwil Kemenkumham Sulteng akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.

“Kita lagi telusuri semuanya, nanti kalau ada otomatis kita tindak tegas, bisa kita kirim ke Nusakambangan,” tandas Sunar.

Sebelum dilakukan tes urine, Kepala Rutan Palu, Yansen, menenangkan warga binaan. Dia menyampaikan agar napi tidak khawatir dengan tes karena jika memang terbukti positif maka akan dilakukan pembinaan.

“Bapak-bapak tidak usah khawatir. Kita hanya melaksanakan tes urine saja. Jika nantinya memang terdapat yang positif, akan kita berikan pembinaan,” ujar Yansen.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas