FOTO BERSAMA - Kepala Dispar Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, foto bersama dengan peserta dan pemateri di Workshop Event yang diselenggarakan di di Luwuk Kab. Banggai, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Luwuk, Metrosulawesi.id – Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah menggelar workshop event, yang diikuti delapan kabupaten dan satu kota dengan jumlah sebanyak 33 orang, di salah satu Hotel di Luwuk Kabupaten Banggai, belum lama ini.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, I Nyoman Sriadijaya mengungkapkan, pemerintah provinsi Sulteng sedang bekerja keras untuk menata kembali seluruh sektor pariwisata, yang terdampak bencara gempa dan bencana Covid-19.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan workshop mengingat event, merupakan salah satu jenis atraksi wisata yang sekaligus merupakan alat promosi, yang diharapkan dapat mengawali proses pemulihan sektor kepariwisataan kita,” ungkap I Nyoman.

I Nyoman mengatakan, event berperan sebagai atraksi, sebagai alat promosi, dan sekaligus sebagai alat evaluasi kesiapan dalam hal aksesibilitas, sarana prasarana, dan atraksi wisata yang mendukung.

“Di satu sisi, kualitas event kita masih berada jauh dari harapan, tidak sedikit event-event pariwisata kita yang tidak lagi relevan dengan trend pariwisata sekarang, dan masih mereplikasi gagasan event 20 atau 30 tahun lalu. Bahkan tidak sedikit event yang heboh tapi tidak menyasar tujuan, dan target pasar yang jelas, sehingga tidak dapat mencapai tujuan-tujuan kepariwisataan seperti branding, advertising dan penjualan produk wisata,” ujarnya.

Olehnya itu kata I Nyoman, dalam lima tahun kedepan, sektor industri kepariwisataan menjadi salah satu dari lima fokus pembangunan Provinsi Sulteng dalam RPJMN 2020-2024, bersama dengan beberapa sektor unggulan lainnya. Sehingga, pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting kebangkitan industri kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulteng.

“Dalam situasi pasca bencana dan pandemi saat ini, kita dituntut untuk bekerja lebih keras, kreatif dan inovatif, serta menemukan cara terbaik untuk mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah provinsi Sulteng,” ungkapnya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi serta komunikasi digital, telah mendorong peradaban manusia di seluruh dunia terhubung tanpa ada batasan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi digital tersebut, adalah tantangan sekaligus peluang bagi industri pariwisata di Provinsi Sulteng bangkit dan mengejar ketertingalan dengan wilayah lainnya di Indonesia.

“Pengembangan potensi keragaman budaya yang berbasis pada kearifan lokal, menjadi sangat penting sehingga terwujud suatu pembangunan pariwisata yang bijaksana, bernilai tinggi, dan penuh kearifan. Demikian pula halnya dengan pengelolaan keindahan bentang alam, yang ada di wilayah Sulteng, juga perlu dikelola dengan memperhatikan nilai kearifan dan menjaga kelestarian alam serta lingkungannya,” ujarnya.

I Nyoman mengatakan, melalui pelaksanaan workshop event ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas event-event daerah, sehingga penyelenggaraan event dapat mengangkat keunikan masyarakat, meningkatkan citra pariwisata, dan berorientasi pada upaya mensejahterakan masyarakat serta menjadi titik tolak untuk memperbaiki hal-hal dalam kepariwisataan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas