BELAJAR DARING - Dua siswa SMPN 1 Palu, saat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. (Foto: Istimewa)
  • Kiat SMP 1 Palu Memperlancar Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid

Pandemi Covid mengubah proses belajar mengajar di sekolah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran secara daring. Kebiasaan baru ini tentu saja memengaruhi aktivitas belajar siswa. Agar pembelajaran daring berjalan efektif, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bersama Majelis Perwaklan Kelas (MPK) di SMP Negeri 1 Palu membentuk Pengurus Penanggungjawab Perwakilan Kelas (PJPK).

LAPORAN: MOHAMAD FADEL

TAK ada lagi siswa SMP Negeri 1 Palu yang merasa tertinggal dalam pembalajaran secara daring. Kehadiran PJPK menjadi media penghubung antara guru dan siswa. Dengan PJPK ini, siswa tidak bisa mangkir dari kegiatan pembelajaran secara daring.

Selama ini, informasi yang didapatkan siswa begitu lambat, khususnya dalam mengikuti pembelajaran secara daring. Hal ini disebabkan karena guru-guru di SMPN 1 Palu usianya sudah mendekati pensiun.

Mereka terkadang kurang fokus, sehingga terkendala dalam menyebarkan informasi melalui media sosial seperti Whatsapp dan lainnya. Untuk membantu para guru dalam menyebarkan informasi, maka mereka manfaatkan siswa yang tergabung dalam PJPK.

“Jadi kita berharap ada akses informasi yang cepat dan terpusat melalui Learning Management System (LMS), sehingga anak-anaklah yang kita perankan melalui wadah PJPK, agar dapat membantu kami di kesiswaan dalam meneruskan, membagi atau men-share informasi berkaitan dengan hal-hal semua kegiatan di SMPN 1 Palu, baik itu pembelajaran daring, prestasi, maupun tentang lomba-lomba dan lain sebagainya,” kata Pembina OSIS SMPN 1 Palu, Hartadi Gatot, Rabu, 15 September 2021.

Menurut Hartadi, PJPK ini sangat membantu wali kelas dan guru-guru dalam menyampaikan informasi kepada siswa. PJPK meringankan pekerjaan guru.

“Selama ini terus terang, kita guru-guru biasa terkendala banyaknya grup whatsapp yang diikuti. Terkadang membingungkan dalam membagikan informasi. Bahkan ada informasi yang salah share di grup itu juga dapat menimbulkan masalah dengan para peserta didik,” jelas Hartadi.

Karena itulah katanya, OSIS dan MPK melakukan koordinasi mencari solusi, bagaimana informasi terpusat jadi satu sumber. Maka melalui LMS dijadikan pusat informasi.

“Yang mengontrol LMS ini merupakan para pengurus PJPK, kemudian sebagai penanggung jawab untuk mengkoordinir para pengurus PJPK adalah OSIS dan MPK,” ujarnya.

Hartadi mengatakan, PJPK juga dapat mempercepat perpanjangan informasi melalui LMS, dan berita-berita yang di-share ini bukan sebarang informasi tetapi penyampaian informasi yang bermanfaat.

Kepala SMPN 1 Palu, Hj. Farida Batjo mengapresiasi, program yang dibuat oleh OSIS dan MPK. Program ini sangat membantu sekolah, sebab memang selama masa pandem ini komunikasi itu sangat diperlukan.

“Program PJPK ini menurut saya sangat perlu diterapkan dimasa pandemi saat ini, sebab untuk mengontrol semua siswa itu tidaklah mudah. Maka dari itu melalui program ini saya berharap dapat terbentuk jalinan komunikasi yang baik, antara guru dan siswa,” katanya.

Sebagai contoh, kata Farida, para siswa tidak masuk belajar secara daring, itu biasanya karena adanya miskomunikasi.

“Jadi bisa saja anak itu berbohong kepada orang tuanya, padahal pembelajaran masuk, maka melalui PJPK ini nanti akan ketahuan mana saja siswa yang jujur dan bohong, semua akan ketahuan bisa saja sebaliknya pihak sekolah atau orangtua,” ujarnya.

Farida berharap, program PJPK ini dapat bermanfaat dan bisa memperbaiki masalah yang terjadi selama pembelajaran daring, yang mungkin selama ini kurang maksimal.

Ketua Osis SMPN 1 Palu, Cinta Imanuela Timang mengatakan, ide membentuk PJPK merupakan gagasan bersama dengan pengurus inti OSIS serta MPK.

“Jadi program PJPK ini awal gagasannya dari ketua MPK dan wakilnya, lalu kami bahas bersama dan kemudian di jalankan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Cinta mengatakan, dalam wadah PJPK ini anggotanya itu terdiri dari ketua kelas dan wakilnya, kemudian bendahara serta sekretarisnya. Mereka semua ini dikumpulkan dengan tujuan sebagai media dimana pengurus kelas ini saling berkomunikasi.

“Kami dari OSIS dan MPK menjadi perantara bagi para pengurus PJPK, dalam membantu mereka menjalankan tugasnya seperti melakukan komunikasi dengan guru, terkait pembelajaran daring. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 saat ini komunikasi sangat diperlukan,” ujarnya.

Menurut Cinta, para pengurus yang dilantik mendapatkan informasi terpusat melalui media LMS yang dikelola oleh pengurus OSIS dan MPK sebagai admin untuk memperoleh informasi satu sumber. Tujuannya agar semua siswa tidak mendapatkan informasi yang bias dari hasil terusan atau copy paste yang bisa saja akan mengurangi esensi informasi.

Cinta mengharapkan, PJPK ini dapat memaksimalkan pembelajaran siswa dari rumah. Sebab semua aktivitas pembelajaran siswa akan melalui wadah ini. Sehingga program ini memang diharapkan sangat membantu.

“Bahkan kegiatan-kegiatan OSIS yang akan dilaksanakan, dapat dengan mudah disampaikan kepada setiap kelas. Jadi semua siswa di SMPN 1 Palu itu dapat terjangkau dengan informasi kegiatan yang kita laksanakan,” ungkapnya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas