LIMPAHKAN - Kacabjari Poso di Tentena bersama jajaran saat melaksanakan tahap II kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa Pada Tahun Anggaran 2019. (Foto: Istimewa)
  • Kacabjari Poso di Tentena Laksanakan Tahap II Kasus Korupsi Dana Desa Pada

Poso, Metrosulawesi.id – Setelah melalui proses tahapan penyidikan, dan berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, Kamis, 9 September 2021 kemarin, Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Poso di Tentena, melaksanakan tahap II, kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan kepala Desa Pada, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, IW alias PL.

Mantan kades Pada, terjerat dugaan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunaan Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2019.Pelimpahan tersangka, berkas dan barang bukti tersebut dilakukan langsung kepala Cabang Kejari Poso  di Tentena, Yunan Putra Firdaus SH. MH.

Pelaksanaan tahap II itu, sekaligus merubah status mantan kepala Desa Pada dari tersangka kini menjadi terdakwa, dan dalam waktu yang tidak lama lagi akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palu. Dalam pelaksanaan tahap II itu, terhadap mantan kepala Desa Pada resmi dilakukan penahanan.

“Pelimpahannya hari ini, kerugian negara Rp 313 sementara yang berhasil diselamatkan Rp 171 juta dan 1 unit minibus,” jelas Kacabjari Tentena, Yunan Putra Firdaus, SH,MH.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa IW alias PL merupakan kepada Desa Pada yang menjabat sejak beberapa tahun silam. Di tahun 2019 silam, IW dikabarkan telah melakukan penyimpangan dalam hal pengelolaan keuang negara yang diperuntukan melalui DD.

Akibat perbuatannya berdasarkan audit investigasi pihak Inspektorat Kabupaten Poso diduga terdakwa telah merugikan keuangan negara senilai Rp309.344.590. Dalam proses penangan kasus itu, guna menyelamatkan keuangan negara Penyidik Cabjari Poso di Tentena telah melakukan penyitaan harta benda berupa barang bukti satu unit mobil Avanza, milik terdakwa.

“Kami melakukan penyitaan terhadap harta benda yang diduga milik tersangka untuk dijadikan barang bukti dalam proses persidangan yaitu satu unit mobil toyota Avanza G. 13/MT. Tim penyidik berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp171.378.000,” sebut Cabjari Poso di Tentena, Yunan Putra Firdaus.

Artinya setelah pelaksanaan tahap II ini, selanjutnya JPU menyiapkan surat dakwaan dan melimpahkan perkara terdakwa ke Pengadilan untuk disidangkan. (prt/*)

Ayo tulis komentar cerdas