Emon memperlihatkan kaos oblong sebagai souvenir bagi pemgunjung di objek wisata air terjun Saluopa, Tenten Kab. Poso. Penjualan souvenur anjlok selama pandemi akibat sepinya pengunjung. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Tentena, Metrosulawesi.id – Objek wisata alam air terjuan Saluopa di Desa Wera Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, tutup sementara karena pembelakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Akibatnya, pengunjungnya pun ikut ‘terjun’ bebas.

Air terjun Saluopa ini memiliki 12 tingkat. Untui mencapainya, melalui jalan beraspal dari Tentena sekitar 30 menit dengan kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

Salah seorang pengunjung, Suhaedi asal Jakarta kagum dengan keindahan air terjun Saluopa.

“Mantap air terjunnya. Rasanya tid├ák ingin pulang,” kata Suhaedi, Minggu, 12 September 2021.

Dia mengaku begitu menikmati sejuknya udara di sekitaran air terjun. Juga tak foto-foto.

Sepinya pengunjung turut berdampak terhadap pelaku usaha di air terjun Saluopa.

Ibu Emon (53) pemilik warung dan souvenir di pintu masuk air terjun Saluopa menuturkan usaha warungnya sempat tutup total selama delapan bulan sejak awal Covid mewabah di Kabupaten Poso. Gantinya, dia harus berkebun.

“Selama tutup, air terjun Saluopa jadi hutan. Hanya warga sekitar yang melibtas untuk ke kebun dan mandi-mandi,” kata Emon.

Saat situasi normal, pendapatan rata-rata saat ramai seperti pasca lebaran mencapai Rp 1 juta. Kadang juga lebih. Tergantung situasi keamanan. Namun setelah terdampak corona, Emon baru dua pekan berjualan. Pemasukan bisa Rp300 ribu perhari.

Untuk souvenir kaos air terjun Saluopa, Emon menyebut bisa jualan sampai ratusan lembar saat ramai. Tetapi di masa corona, dia berhenti berjualan souvenir.

Petugas loket masuk air terjun Saluopa, Sabdi Ntaba menjelaskan, selama masa pandemi dan penutupan sementara lokasi wisata ini sepi pengunjung.

“Meski tutup sementara, pengunjung tetap bisa masuk apalagi mereka yang datang dari jauh,” kata Sabdi Ntaba.

Puncak padatnya kunjungan setelah lebaran Idul Fitri. Bisa mencapai 2.000-an orang perhari. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara ramai di bulan Juni, Juli dan Agustus.

Tiket masuk untuk wisatawan lokal Rp5.000 per orang dan Rp20 ribu untuk pengunjing asing.

Selama penutupan sementara, pengunjung tidak dkenakan biaya masuk. Cukup membayar biaya parkir kendaraan.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas