Syahrudin Ariestal Douw. (Foto: Istimewa)
  • Dalam Gugatan PMH yang Diajukan Dua Warga Petasia Timur

Morowali Utara, Metrosulawesi.id – Polres Morowali Utara (Morut) harus jadi pengayom rakyat, bukan jadi pengayom investasi, demikian dikatakan Syahrudin Ariestal Douw, SH, kuasa hukum dari  para pengguggat perkara perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri (PN) Poso, nomor Perkara 118/Pdt.G/2021/PN.Poso, dikonfirmasi, Rabu, 15 September 2021.

Hal itu dikatakan Etal sapaan akrab mantan Direktur Jatam Sulteng tersebut, sekaitan dengan penahanan dua orang masyarakat desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, yang salah satu diantaranya adalah kliennya yakni M Yahya, sedangkan satu lagi adalah Acong. Keduanya merupakan warga yang sangat memprotes tindakan PT. GNI.

Penahanan terhadap mereka dilakukan setelah pihak PT GNI melaporkan keduanya dengan dugaan melakukan pengrusakan jalan umum yang tidak lain adalah sikap protes mereka terhadap tindakan PT. GNI dan jalan tersebut merupakan jalan yang dibuat pribadi oleh penggugat M Yahya.

 Etal menguraikan protes bermula, Saaat PT. GNI dan perusahaan kontraktornya menggunakan jalan yang di bangun diatas lahan pak Saharudin, lahan tersebut adalah lahan yang memiliki bukti kepemilikan. lahan milik pak Saharudin itu adalah lahan kosong, kemudian antara Saharudin dan M. Yahya membuat perjanjian tertulis pinjam pakai lahan dengan tujuan pak Yahya buat jalan untuk kepentingan mengeruk material diatas Izin usaha pertambamgan miliknya.

“Dari perjanjian antara M. Yahya dan Saharudin itu, dibangunlah jalan pribadi menggunakan uang pribadi pak Yahya. Namun belakangan mereka mengetahui, PT. GNI dan perusahaan kontraktor  tanpa izin pak Yahya dan Saharudin ikut menggunakan jalan yang dibangun pribadi tersebut. Disini kita tegaskan bahwa jalan dibangun oleh Yahya dan Saharudin tidak pernah di Bantu menggunakan Dana desa maupun Dana APBD,” urai Etal.

Lanjut Etal menjelaskan, karena jalan tersebut selalu digunakan oleh PT. GNI beserta perusahaan kontraktornya olehnya sering mengalami kerusakan. Akibat kerusakan itu kata Etal, pak Yahya dan Saharudin meminta agar perusahaan memperbaiki jalan tersebut. Tapi kenyataannya perusahaan tidak PT. GNI tidak pernah memiliki itikad baik memperbaiki jalan yang dibangun oleh pak Yahya.

“Bahkan pak Yahya menawarkan kerjasama memperbaiki jalan, akan tetapi nihil,” sebutnya.

Karena hal tersebut, M Yahya mengambil langkah tegas melarang perusahaan menggunakan jalan. Bentuk protesnya adalah melubangi jalan yang dia bangun agar mobil mobil perusahaan tdk melewati jalan tersebut.  Naas, langkah protes Pak Yahya berbuntut penjara, pihak perusahaan melaporkan Yahya melakukan pengrusakan jalan umum.

“Kemudian Polres Morut dengan gesit memproses laporan perusahaan dengan menahan pak Yahya dan Ancong pada tanggal 19 Augustus 2021 hingga sekarang,” terang Etal lagi.

Atas peristiwa tersebut, tambah Etal, selaku kuasa hukum  M. Yahya dan Ancong mengambil langkah hukum perdata dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Poso tanggal 24 Augustus 2021 dengan Nomor Registrasi Perkara 118/Pdt.G/2021/PN.Poso. Dan adapun tergugat adalah PT. GNI yang menggunakan jalan yang dibangun M. Yahya tanpa izin dan tanpa Hal, serta Turut tergugat Polres Morowali Utara sebagai pihak yang turut melakukan pembiaran.

“Dan kades Bunta yang mengetahui dan mengesahkan kepemilikan Lahan pak Saharudin dan perjanjian antara Saharudin dan M. Yahya. Proses persidangan telah Berjalan 2 kali, dan tahapan mediasi gagal,” terangnya.

Dalam peristiwa yang lain lebih diterangkan Etal, PT. GNI juga melakukan penggusuran lahan bersertifikat Hal milik dan pengrusakan Tanaman kakako Sebanyak 200 pohon Kakao. Sertifikat atas nama Saharudin itu sah sebagaimana seritifikat nomor: 01220 tanggal 4 April 2009. Tapi sayangnya pihak Polres seakan tutup mata dan tidak melindungi Hak keperdataan masyarakat.

“Terhadap hal tersebut, kami mengecam dan akan menempuh upaya hukum terhadap prilaku diskriminatif dalam penegekan hukum di Morowali Utara,” tutup Etal.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas